Showing posts with label MAINAN ANAK. Show all posts
Showing posts with label MAINAN ANAK. Show all posts

Friday, July 3, 2009

BERENANG DI USIA DINI

MANFAAT BERENANG DI USIA DINI

Meningkatkan IQ

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Lebih mudah diajar berenang

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagipula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Daya tahan tubuh tinggi

Jangan takut anak akan masuk angin atau sakit bila berenang. Kalau dilakukan dengan benar, berenang justru dapat meningkatkan daya tahan anak. Gerakan yang dilakukan saat berenang akan memperlancar sirkulasi darah dan kerja organ-organ tubuhnya. Juga, otot-otot tubuhnya akan kian lentur dan kuat. Lalu, daya tahan tubuhnya jadi tinggi. Keuntungan lain adalah, diduga gerakan anggota badan si kecil ketika berenang akan merangsang saraf-saraf tepinya. Kalau sudah begini, saraf di otak jadi aktif.

Membentuk kepribadian

Berenang juga sarana tepat untuk membentuk kepribadian. Biasanya anak yang belajar berenang akan tumbuh jadi anak yang percaya diri, bahagia, mandiri, dan gampang menyesuaikan diri. Bukan cuma itu. Bermain air betul-betul membuatnya gembira.

Menjalin kedekatan dengan anak

Dan yang paling penting adalah, kedekatan Anda dengan si kecil bisa terjalin kian erat. Semburan air dan canda ayah-ibu adalah kebahagiaan yang akan selalu melekat dalam ingatannya.

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Harus Aman

Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orangtua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak. Jika orangtua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orangtua.

Perhatikan Kebersihan Air

Bila usia si kecil masih di bawah 6 bulan, ada baiknya kegiatan berenang dilakukan di rumah saja, agar kebersihan air dapat terkontrol. Bukan berarti anda harus memiliki kolam renang pribadi untuk dapat mengajak anak berenang. Banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya.

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. Pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius. Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius. Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, Jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya. Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

Bangun dulu kepercayaan

Sebenarnya, kunci utama dalam mengajar bayi berenang adalah si kecil harus benar-benar menikmati pengalaman pertamanya di kolam renang. Sebab, ada juga bayi yang langsung takut begitu tubuhnya menyentuh air. Dibandingkan air bak mandinya, jumlah air di kolam renang tentulah luar biasa banyaknya. Tapi, bukan berarti Anda harus khawatir atau ragu-ragu untuk memulainya.

Pertama-tama, Anda sendiri harus tenang dulu. Setelah itu, barulah Anda bisa mulai memperkenalkan dunia yang sama sekali baru bagi bayi Anda. Yang pasti, jangan serba terburu-buru. Biarkan saja si kecil menikmati tetesan demi tetesan air mengalir di tubuhnya. Juga, asah kepekaan Anda biar bisa pas dengan keinginannya. Biasanya, suasana yang rileks (tidak tegang) plus segudang kreativitas bisa jadi ‘magnet’ bagi si kecil untuk berlama-lama dalam air. Kalau ia sudah makin akrab dengan air, tidak sulit untuk mengajarinya berenang.

Sebagai catatan, kepercayaan penuh amat berperan di sini. Bagaimanapun, bayi Anda akan mempercayakan diri sepenuhnya pada orang yang mengajaknya masuk ke air. Jika orang itu adalah Anda, maka mau tidak mau Anda menanggung beban yang cukup berat. Karena, salah strategi akan fatal akibatnya. Bisa-bisa si kecil malah jadi trauma dan makin susah diajak berenang.

Setahap demi setahap

Memperkenalkan dunia renang memang perlu dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan mengajak anak bermain air di pinggir kolam dulu. Pukul-pukulkan air. Kalau ia masih kelihatan takut-takut dengan cipratan air itu, jangan paksa dia. Agar keberaniannya terpupuk, sesekali biarkan air kolam terpercik di wajah mungilnya.

Untuk Rekreasi

Begitu si kecil terlihat agak berani, barulah Anda gendong masuk ke dalam kolam. Biarkan si kecil merasa aman dan juga makin dekat dengan Anda. Lalu, ajak bayi Anda memukul-mukul permukaan air. Dengan begitu, percikan-percikan air akan membasahi kalian berdua. Bila Anda gemar bernyanyi, pastilah akan semakin menyenangkan. Irama kecipak air dan suara nyanyian Anda bisa membuat si kecil enjoy dan senang.

Yang perlu diingat, jangan sampai orangtua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.

Sumber: ayahbunda-online dan milis nakita

MEMILIH MAINAN YANG TEPAT


Memberikan mainan sangatlah penting bagi pertumbuhan keahlian dan otak anak anda.Banyak orang tua sering kali terkecoh dengan pandangan bahwa memberikan mainan akan merusak mentalitas anak dimana anak lebih menyukai bermain dari pada belajar.
Sekarang ini telah dikembangkan mainan yang baru yang merangsang anak anda untuk bermain sambil belajar dengan memberikan mainan yang tepat akan membantu meningkatkan kesadaran (self-awarness) dan kreativitas si kecil.

1. Aman
Memberikan mainan yang aman bagi si kecil merupakan tindakan yang sangat bijak. Tanyakan penjual untuk menunjukkan sertifikat keamanan yang dikeluarkan badan pemerintahan setempat. Suatu tindakan yang ceroboh apabila membeli mainan yang kualitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan yang pada akhirnya akan merugikan kita sendiri.
Seringkali bayi anda akan mengunyah mengigit dan menarik-narik mainan yang diberikan oleh anda bisa dibayangkan apabila mainan itu mengandung toxic, cepat atau lambat akan menurunkan stamina dan kesehatan anak anda sendiri.

2. Warna yang Kontras dan Berani
Pada saat bayi anda berumur 1 bulan, penglihatannya dapat digambarkan seperti televisi hitam putih. Dengan memberikan mainan yang berwarna terang dan kontras akan membangkitkan kinerja saraf–saraf yang berada pada mata sehingga dapat memulai mengenal warna pada lingkungan sekitarnya.
Banyak para orangtua memiliki pandangan yang berbeda dengan menghindari pembelian mainan yang berwarna terang dengan alasan akan merusak mata si kecil.

3. Bentuk dan Ukuran yang Berbeda
Mainan yang baik memiliki perbedaan bentuk dan ukuran yang berbeda seperti kubus, bola ataupun kerucut. Si kecil akan belajar mengenal benda-benda yang sangat sederhana dimana di kemudian hari dia akan belajar benda yang akan lebih detail.

4. Mengandung Permainan
Semua anak suka bermain oleh karena itu pilihlah mainan yang mengandung permainan yang juga mengenalkan lingkungan sekitarnya. Anak anda akan sangat menikmati proses pembelajaran yang di berikan.

5. Bahan Mainan sesuai dengan Umur
Tanyakan si penjual mainan yang sesuai dengan anak anda. Produk yang baik biasanya menampilkan umur anak yang dapat bermain mainan rancangan mereka. Untuk anak umur 1 bulan sampai 1 ½ tahun lebih baik memberikan mainan yang lembut atau terbuat dari kain yang aman bagi anak anda dengan mengandung sedikit unsur plastik. Pastikan anak anda memperoleh mainan sesuai dengan umur yang tercantum di setiap produk yang di tawarkan.

Sumber: http://www.babyparcel.com

KEBUGARAN ANAK 2-3 TAHUN

Anak-anak usia 2-3 tahun belajar berbagai macam gerakan dasar seperti berjalan, berlari, menendang, dan melempar. Anak-anak di usia ini sangat aktif secara alami, jadi berikanlah mereka kesempatan untuk terus berlatih dan membangun keahlian ini. Dengan mendukung anak anda untuk terlibat dalam kegiatan bermain, anda juga membantu anak anda tetap fit di masa kini dan di masa yang akan datang.

Seberapa banyak yang diperlukan? Berdasarkan National Association of Sports and Physical Education, setiap balita harus:

  • mendapatkan paling sedikit 30 menit kegiatan fisik terstruktur (dengan pengawasan orang dewasa)
  • mendapatkan paling sedikit 60 menit kegiatan fisik tidak terstruktur (bermain bebas)
  • tidak non aktif selama 1 jam dalam 1 waktu (kecuali untuk tidur)

Apa yang Anakku Lakukan
Ketika anda berpikir agar balita anda aktif, sangatlah penting untuk memahami apa yang anak anda dapat lakukan dan keahlian apa yang sesuai dengan usia anaknya. Untuk balita usia 2 tahun, anak mestinya sudah dapat berjalan, berlari, dan melompat di tempat dengan dua kaki. Di usia 3 tahun, kebanyakan anak-anak dapat berlari dan melompat dengan baik. Sebagai tambahan, anak anda dapat belajar keseimbangan dengan satu kaki, memanjat dengan baik, menendang bola ke depan, melempar bola, dan mengayuh sepeda roda tiga.

Ingatlah beberapa keahlian tersebut untuk mendukung anak anda supaya menjadi aktif. Bermain secara bersama dan menyediakan mainan yang sesuai dengan usia anak seperti bola, mainan bongkar pasang dan mengendarai sepeda.

Ada beberapa program mommy-and-me untuk mengenalkan anak berguling, berdansa, dan gerakan-gerakan yang umum. Tetapi anda tidak mesti mendaftarkan anak anda pada program formal untuk membantu perkembangan keahliannya. Hal yang penting adalah anda mendukung aktifnya anak anda dengan menyediakan sebanyak mungkin kesempatan untuk aktif di lingkungan yang aman.

Tips Kebugaran Keluarga
Berjalan, bermain, menjelajah halaman belakang atau menggunakan perlengkapan taman bermain yang ada di taman, bisa digunakan sebagai sarana untuk bersenang-senang dengan keluarga.

Banyak sekali jenis permainan yang dapat dimainkan bersama anak anda yang memberikan kesempatan untuk bersenang-senang dan juga kebugaran untuk anda dan anak anda, seperti :

  • berjalan seperti penguin, melompat seperti katak, atau meniru gerakan binatang lain
  • duduk berhadapan dan saling memegang tangan, mengayun ke depan dan belakang sambil bernyanyi “Row, row, row your boat”
  • lengkungkan pinggang dan sentuhlah tanah. Berjalan maju dengan tangan anda seperti traktor.
  • Duduk di atas tanah dan biarkan anak anda melompati kaki anda, atau buatlah jembatan dengan menggunakan tubuh anda, dan membiarkan anak anda merangkak di bawahnya.
  • Bermain mengikuti pemimpin yang di depan “Ring around the rosy” atau permainan yang sejenis
  • Mendengarkan musik dan menari bersama

Kesempatan yang ada tidaklah berakhir, cobalah untuk kreatif, atau mengikuti arus anak anda. Dan juga batasi waktu yang dihabiskan anak anda untuk menonton TV (termasuk menonton DVD atau video) dan menggunakan komputer.

Jika Anda Peduli dengan Kebugaran Anak
Jika balita anda menolak untuk bermain atau berinteraksi dengan sesama, atau jika anak anda mengeluhkan sakit selama bermain, ada baiknya anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak anda.
Anak-anak yang aktif pada usia ini dapat terus aktif selama hidupnya. Dan dengan menjaga kebugaran dapat meningkatkan kepercayaan diri, membantu mempertahankan berat badan yang sehat, dan mengurangi resiko mengidap penyakit serius; seperti tekanan darat tinggi, diabetes atau penyakit jantung.

Sumber: http://www.sehatgroup.web.id

MEMBELI BOKS BAYI

Pastikan dimana Si Kecil akan tidur, di kamar orangtua di ranjang yang sama, sekamar tapi ranjangnya berbeda, atau kamar keduanya terpisah. Satu diantara banyak kebutuhan yang harus dipikirkan menjelang kelahiran bayi adalah dimana ia akan tidur. Memang ada dua pendapat yang berseberangan soal lokasi tidur bayi, ada yang bilang yang terbaik adalah bersama ayah-ibunya, tapi ada juga pendapat yang mengatakan tidur pisah kamar berarti melatih anak mandiri sejak dini.

Lepas dari kontroversi tersebut, ada baiknya kita bertanya dulu soal mendasar tentang boks bayi. Kalau ada kerabat yang pernah punya pengalaman dengan ranjang bayi, mintalah masukan darinya terutama soal kegunaan boks bayi sehari-hari.
Masukan ini bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang bilang boks hanya diperlukan untuk tidur siang, sementara saat tidur malam sang ibu lebih suka membagi kaplingnya dengan si bayi supaya tidak bolak-balik jalan untuk menyusui.
Melakukan studi banding ke berbagai toko perlengkapan bayi juga sangat perlu. Kalau memungkinkan, konsultasikan hal satu ini ke dokter anak atau orang-orang yang paham betul soal tempat tidur yang memenuhi unsur kenyamanan, keamanan, dan efektivitasnya sesuai kebutuhan. Yang pasti, lakukan pertimbangan-pertimbangan berikut sebelum membeli.

PENEMPATAN DAN UKURAN

Sebelum membeli, pastikan tujuan, lokasi penempatan, dan ukuran boks yang dibutuhkan. Membeli boks bayi yang akan ditempatkan menyatu di kamar orangtua tentu berbeda pertimbangannya dengan membeli tempat tidur bayi untuk dipakai hingga bertahun-tahun ke depan. Bila akan ditempatkan di kamar pribadi anak yang cukup luas, kita bisa memilih yang ukurannya cukup besar, permanen, dan berat dengan asumsi tidak ada kebutuhan untuk memindah-mindahkannya lagi. Sebaliknya, kalau boks ini ingin ditempatkan di sisi tempat tidur orangtua di ruangan yang relatif sudah sempit karena terisi furnitur lain, mau tidak mau pilihan jatuh pada boks bayi yang cukup ringan dan mudah dipindah-pindah.

SESUAI KEBUTUHAN

Apakah tempat tidur dibutuhkan hanya untuk meninabobokan si kecil di siang hari, berjemur di sinar matahari pagi, atau betul-betul akan dimultifungsikan? Jika hanya untuk meninabobokan atau berjemur di pagi hari, sedangkan malam hari Si Kecil tidur seranjang dengan kita, pilih saja cradle atau keranjang ayun. Sementara kalau ingin membuatnya benar-benar sebagai tempat tidur, ya pilihkan tempat tidur yang permanen.

FAKTOR KEAMANAN

Keamanan jelas memegang peran sangat penting. Perhatikan jarak antarjeruji penyekatnya. Pastikan kepala atau tubuh Si Kecil tidak mungkin lolos yang mengakibatkannya terjepit atau bahkan terjatuh. Selain itu, pilih tempat tidur yang setiap sudut dan sisi rangkanya sama sekali tidak lancip, melainkan “berpinggul” atau melengkung supaya bayi terhindar dari cedera. Perhatikan pula materi kayunya, jangan sampai ada permukaannya yang mudah mengelupas dan melukai si kecil.
Keamanan juga harus dilihat dari jenis cat maupun pelapis lain yang digunakan. Pilih yang nontoksik alias tidak beracun karena bayi dan batita gemar memasukkan apa pun ke dalam mulutnya lalu mengisap ataupun menggigit-gigitnya.

KENYAMANAN

Tak kalah penting, kualitas kasur dan bumper di sekeliling tempat tidur harus jadi bahan pertimbangan. Pilihlah yang berbahan lembut, baik dakron atau busa atau lateks atau per dan kain pelapisnya agar betul-betul nyaman ditiduri. Kasur yang baik memiliki sirkulasi udara yang cukup sehingga bayi tak gampang merasa gerah, bersifat antibakteri dan antialergi, serta mudah dibersihkan.

FLEKSIBEL

Bila ranjangnya akan digunakan sampai anak cukup besar, pilihlah yang memiliki fleksibilitas, yaitu:

  • dapat diatur ketinggian pagarnya agar saat anak sudah bisa bisa berdiri, risiko terjatuh dari tempat tidur bisa diminimalkan
  • bisa dibongkar pasang atau knockdown sehingga panjang pendek atau tinggi rendah kerangkanya bisa diatur sesuai kebutuhan. Jika sudah tidak dipakai pun sebaiknya tempat tidur ini bisa “dilipat” dan disimpan untuk adiknya kelak atau dihadiahkan kepada kerabat yang membutuhkan kalau memang berencana tak ingin punya momongan lagi

Pelengkap yang dapat ditempatkan pada tempat tidur bayi seyogyanya juga menjadi salah satu pertimbangan. Diantaranya kantong popok dan tempat kosmetik/obat-obatan bayi yang bisa memudahkan pekerjaan mengurus si kecil. Bila bayi sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan, tempat tidur pun bisa dilengkapi dengan mainan gantung untuk menstimulasi bayi.

Sumber: http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=08386&rubrik=bayi

JALAN-JALAN YUK (DENGAN STROLLER)

Stroller merupakan alat bagi Anda untuk membawa si kecil keliling dunia. Bagaimana cara memilihnya?

Jaman sekarang, kereta dorong bayi atau stroller, sudah merupakan salah satu perlengkapan yang wajib dipunyai oleh pasangan muda. Di toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi, Anda akan melihat 1001 jenis kereta dorong atau stroller. Bukan hanya variasi warnanya yang begitu beragam, tapi juga bentuk atau modelnya. Masing-masing menawarkan beberapa fitur berbeda dan harga yang barvariasi pula.

Tiga Kelompok

Namun, dari berjuta ragam stroller yang tersedia di pasaran, itu semua sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni stroller biasa, stroller untuk anak kembar, dan yang kini mulai nge-trend adalah stroller untuk para jogger alias mereka yang biasa dan gemar membawa bayinya untuk ikut jogging.

1. Stroller Biasa

Kelompok ini mencakup semua jenis stroller yang memang dirancang dan difungsikan untuk membawa seorang bayi atau anak balita. Sebab, ada kelompok stroller lain yang memang dibuat khusus untuk membawa anak kembar. Stroller tunggal ini sendiri, bisa dikelompokkan lagi berdasarkan fungsinya:

  • universal, yakni bisa digunakan sebagai kereta dorong biasa, dan bisa pula dilepas sehingga berfungsi sebagai car seat
  • berpasangan dengan car seat. Stroller jenis ini dibuat sepasang dengan car seat yang sangat mirip, baik model maupun warnanya. Jadi, Anda dapat dengan leluasa memindahkan si kecil dari dalam car seat ke dalam stroller, atau sebaliknya. Kedua jenis ini, baik yang universal maupun yang berpasangan dengan car seat, cocok bagi Anda yang sering bepergian
  • fungsi tunggal, yakni hanya berfungsi sebagai stroller saja, dan tidak dapat digunakan sebagai car seat

2. Stroller untuk Anak kembar

Sesuai dengan fungsinya, stroller ini ada 2 jenis, yakni:

  • dudukan saling bersebelahan, khususnya untuk kembar 2
  • dudukan berderet ke belakang, baik untuk kembar 2 maupun lebih

3. Stroller untuk Jogging

Stroller untuk membawa Si Kecil berolahraga (jogging) memiliki ciri khas rodanya berukuran lebih besar dan berbentuk mirip roda sepeda. Ciri khas lainnya adalah bentuknya lebih langsing atau lebih streamline dibandingkan stroller biasa, karena bentuk yang langsing ini memang dirancang untuk memperkecil terjadinya gesekan udara pada saat digunakan.

Cara Memilih

Untuk mengurangi rasa bingung Anda, kami berikan cara yang akan memudahkan Anda menentukan pilihan yang pas:

  • ukuran dan berat. Stroller sangat bervariasi beratnya, ada yang ringan, sedang, dan berat. Apabila Anda termasuk ibu yang aktif, maka sebaiknya pilihlah yang ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya tergolong ringan sampai sedang. Juga, pilihlah yang ukurannya rodanya tidak terlampau besar, karena salah-salah roda stroller Anda setiap kali akan tersangkut pada deretan rak baju ketika Anda mengajak Si Kecil berbelanja di mall! Sebaliknya, kalau Anda tidak terlalu banyak bepergian, stroller yang kokoh dan sedikit agak berat, tidak akan jadi masalah bagi Anda
  • penampilan. Sebaiknya tidak memilih stroller yang berpenampilan terlalu cantik, misalnya yang seluruhnya berwarna merah muda dengan renda-renda, sementara Anda belum yakin dengan jenis kelamin janin Anda. Dan juga, siapa tahu kelak anak Anda berikutnya adalah laki-laki! Jadi, untuk pemakaian jangka panjang, pilihlah yang penampilannya netral, bisa untuk Si Upik maupun Si Buyung
  • sistem pengaman. Kebanyakan stroller memiliki 3 sabuk atau sistem pengaman yang mengikatkan tubuh si kecil pada stroller. Akan tetapi, pada bayi atau anak balita yang tergolong sangat aktif, 3 sistem pengaman itu kurang memadai. Nah, kalau si kecil Anda tergolong anak yang sangat akif, sebaiknya Anda memilih stroller yang menyediakan 5 sabuk atau sistem pengaman, sehingga apa pun ?polah? si kecil, dia akan terjamin aman melekat pada stroller-nya
  • bel dan penutup. Beberapa produsen stroller menyediakan beraneka perlengkapan tambahan yang dapat dibeli bebas. Misalnya, bel atau peluit, mainan yang dapat digantung atau dipasang di depan, penutup (cap), bahkan penutup menyeluruh yang terbuat dari plastik tembus pandang. Belilah berbagai perlengkapan tambahan itu sesuai kebutuhan, dan jangan tergiur hanya oleh penampilannya yang menggemaskan

Sri Lestariningsih

Sumber: http://www.ayahbunda-online.com

MENGENAL CAR SEAT

Bepergian dengan mobil bersama keluarga tentu sebuah hal yang menyenangkan, termasuk bagi Si Kecil. Untuk mengakomodasi hal tersebut biasanya car seat menjadi pilihan guna menjaga keamanan dan kenyamanan. Bagaimana memilih car seat yang tepat? Ada beberapa jenis car seat di pasaran:

1. Kursi Menghadap Belakang

Baby Car Seat

  • kecil dan memiliki gagang untuk ditenteng. Terkadang keranjang ini merupakan bagian dari kereta dorong bayi
  • memiliki sabuk yang melindungi badan atas si kecil
  • bisa digunakan untuk bayi sejak baru lahir sampai berat badannya mencapai 9-13 kg, tergantung modelnya
  • beberapa model memiliki alas yang bisa dipasang di jok mobil. Keranjangnya dipasang kepada alas tersebut

Convertible Car Seat

  • bisa digunakan menghadap ke belakang untuk bayi sampai berusia 1 tahun atau sedikitnya 9-10 kg dan menghadap ke depan untuk anak yang lebih besar
  • memiliki batas maksimum berat yang lebih besar dibandingkan dengan baby seat. Jenis ini lebih sesuai untuk bayi-bayi yang ?cenderung besar?
  • memiliki 3 jenis harness seperti berikut :
  1. 5-point harness, 5 titik sabuk penyelamat : 2 di bahu, 2 di panggul dan 1 di selangkangan
  2. overhead shield, penutup seperti nampan yang bisa diayun untuk melindungi si kecil
  3. t-shield, penutup berbentuk huruf T atau segitiga yang bisa dilekatkan pada tali dari bahu

Memilih car seat yang menghadap ke belakang perlu memperhatikan:

  • slot sabuk. Carilah kursi yang memiliki lebih dari satu slot sabuk sehingga memungkinkan dipakai jika bayi bertambah besar. Slot ini biasanya berada di daerah bahu bayi
  • sabuk dan pelindung yang bisa disesuaikan. Kebanyakan kursi yang menghadap ke belakang memiliki 2 atau lebih posisi kepala sabuk sehingga bisa disesuaikan dengan besar anak. Pelindung di atas kepala juga umumnya bisa dinaik turunkan
  • fitur lain. Penunjuk kemiringan yang menunjukkan kemiringan kursi yang paling tepat serta sistem penunjang kepala merupakan salah satu fitur yang bisa membantu anda memilih kursi yang paling sesuai untuk anak Anda

2. Kursi Menghadap Depan
Jika si kecil sudah berumur 1 tahun dan berat badannya minimal 9 kg, ia dapat duduk di kursi yang menghadap ke depan. Namun, yang paling baik adalah duduk di kursi menghadap ke belakang sampai ia mencapai berat atau tinggi maksimum yang dapat ditopang oleh car seat tersebut. Ada beberapa jenis kursi yang bisa digunakan menghadap ke depan, yaitu convertible seat, built in seat, kombinasi kursi hadap depan & booster seat dan rompi pengaman (travel vest).

Convertible seat
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, convertible seat bisa digunakan menghadap ke depan oleh anak di atas 1 tahun dan beratnya minimal 9 kg. Ada 3 hal yang harus anda sesuaikan sebelum anda memutar kursi yang menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan:

  • pindahkan tali bahu ke slot yang terletak tepat atau di atas bahu anak. Pada kebanyakan convertible seat, slot tali bahu yang paling atas wajib digunakan jika kursi diletakkan menghadap ke depan. Bacalah petunjuknya agar lebih yakin
  • sebagian besar pembuat car seat mengharuskan kursi dipindahkan dari posisi tidur/ miring ke posisi tegak
  • yakinkan bahwa sabuknya melewati jalur yang memang diperuntukkan bagi kursi yang menghadap ke depan. Ikuti petunjuknya dengan seksama

Built-in Seats
Beberapa jenis dan merk mobil yang beredar di Amerika dan Eropa memiliki built-in seat untuk anak-anak. Batas maksimum berat dan tinggi bervariasi tergantung merk dan jenis mobil. Bacalah manual mobil atau tanyakan kepada dealer untuk rincian penggunaan kursi tersebut.

Kombinasi Kursi Menghadap Depan & Booster Seat
Beberapa car seat menggabungkan fitur kursi yang menghadap ke depan dan booster seat. Kursi macam ini memiliki sabuk untuk anak dengan maksimum berat 18-30 kg, tergantung modelnya. Jika si kecil sudah mencapai berat atau tinggi maksimum, Anda bisa memakainya sebagai booster seat dengan melepas sabuknya dan menggunakan sabuk keselamatan mobil seperti biasa. Namun harus diingat bahwa anak-anak tidak boleh menggunakan sabuk di bagian perut saja karena bisa menyebabkan cedera serius pada saat kecelakaan.

Rompi pengaman (travel vest)
Jika mobil anda hanya memiliki sabuk di bagian perut maka travel vest bisa menjadi alternative. Ini juga bisa digunakan bagi anak yang sudah terlalu besar bagi kursinya tapi belum bisa menggunakan booster seat.

3. Booster Seat

Booster seat tidak memiliki sabuk tetapi digunakan dengan tali bahu & sabuk perut yang ada di mobil seperti orang dewasa. Seorang anak bisa menggunakan booster seat jika memenuhi salah satu persyaratan di bawah ini:

  • mencapai tinggi atau berat maksimum yang diijinkan untuk kursi dengan sabuk. Angka ini biasanya tertulis pada label di car seat
  • bahunya sudah lebih tinggi daripada slot untuk tali bahu
  • telinganya sudah mencapai puncak kursi

Booster seat dirancang untuk mengangkat si anak sehingga sabuk pengaman mobil bisa digunakan dengan semestinya. Hal ini berarti bahwa tali di perut bisa melewati paha bawah anak dan tali bahu melewati pertengahan dada dan bahu anak.
Booster seat ada yang yang memiliki sandaran dan ada yang tidak. Booster seat ini digunakan sampai si anak bisa menggunakan sabuk pengaman mobil dengan benar.

Selain car seat, ada alat yang namanya seat belt adjuster yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tinggi tali bahu & tali bawah sehingga jatuhnya tepat di dada anak. Namun Asosiasi Dokter Anak di Amerika (American Academy of Pediatrics-AAP) tidak merekomendasikan penggunaan seat belt adjuster ini karena posisi asli sabuk pengaman menjadi berubah sehingga diragukan keamanannya.

Sumber: www.beingmom.org

PENGGUNAAN CAR SEAT YANG BENAR


  • pastikan kursi bayi Anda menghadap ke belakang hingga setidaknya sudah mencapai 20 kilogram atau 1 tahun. Jika Anda memiliki kendaraan 2 pintu, Anda dapat memasangnya menghadap ke depan
  • sebelum membeli, coba untuk memasang kursi bayi pada kendaraan yang anda gunakan untuk melihat apakah mudah dipasang
  • selalu membaca buku manual untuk kursi bayi yang Anda beli serta kendaraan Anda. Mereka biasanya memberikan informasi jenis kendaraan yang dapat digunakan
  • posisi klip pengaman di dada berada pada level ketiak bayi Anda. Tali pengaman pada pundak dapat bertemu dengan frame belakang kursi bayi sedikit di bawah pundak bayi Anda
  • kencangkan pengaman hingga anda dapat memasukkan 1 jari antara tali dan badan bayi Anda
  • pastikan kursi bayi ditempatkan di bangku belakang ketika berada di perjalanan

Sumber: http://www.babyparcel.com

MEMILIH CAR SEAT DENGAN TEPAT

Car seat terbaik untuk anak Anda adalah car seat yang sesuai dengan ukuran si anak, terpasang dengan benar dan digunakan dengan tepat dalam perjalanan

  • mudah dipasang
  • memiliki penahan yang cukup kuat. 5 titik pengaman adalah yang paling bagus
  • sabuknya bisa disesuaikan dengan besar anak. Usahakan untuk memilih kursi yang sabuknya bisa disesuaikan dari depan dan bukan dari belakang
  • tethers. Sebagian besar kursi hadap depan yang diproduksi sejak September 1999 diharuskan memiliki sabuk yang melekat di puncak kursi. Tali ini bisa dikaitkan ke mobil sehingga kursi lebih stabil dan mengurangi guncangan pada kepala saat terjadi kecelakaan. Bahkan sejak September 2002 semua car seat harus memenuhi persyaratan system LATCH (Lower Anchors and Tethers for Children) yang dirancang untuk memudahkan pemasangan car seat. Car seat dengan sistem baru tersebut dipasang langsung di kendaraan dan bukan diikat dengan sabuk pengaman
  • bisa dicuci. Pilih car seat yang bisa dilepas kain penutupnya sehingga bisa dicuci jika kotor
  • kenyamanan. Perjalanan si kecil akan lebih nyaman jika kursinya empuk dan memiliki penopang kepala dan punggung yang kokoh

Sumber: www.beingmom.com

YANG PENTING TENTANG BABY WALKER

Kecelakaan:

  • kebanyakan kecelakaan berhubungan dengan baby walker terjadi pada bayi kurang dari 12 bulan. Yang paling serius karena jatuh
  • sekitar 16,5 % kecelakaan karena baby walker mengenai kepala dan memerlukan perawatan
  • bayi dapat mengalami luka bakar karena memegang/terkena benda yang panas seperti membuka pintu oven atau menarik setrikaan
  • bayi dapat mengalami keracunan karena meraih dan menelan bahan berbahaya

Yang perlu diperhatikan sebelum membeli baby walker:

  • jika memutuskan untuk membeli pilihlah yang aman bukan sekedar menyenangkan bayi saja
  • sebaiknya tidak membeli baby walker kecuali jika bapak/ibu dapat menciptakan rumah yang aman untuk baby dengan baby walker
  • periksa baby walker apakah sanggup menyangga bayi Anda. Mungkin diperlukan baby walker yang dapat menyangga 12 kg untuk dapat bermanfaat sampai tahap berjalan
  • pastikan kaki dapat menyentuh lantai pada saat duduk di atas walkernya
  • perhatikan bagian bawah baby walker apakah stabil dan rodanya besar paling sedikit 50 mm (2 inches) diameternya
  • periksa apakah ada bagian yang dapat menjepit jari, lengan, kaki atau ada bagian yang tajam di baby walker tersebut

Bagaimana membuat rumah yang aman bagi bayi dengan walkernya:

  • hindarkan bayi Anda masuk ke area yang tidak aman untuk bayi dengan baby walker
  • baby walker hanya digunakan di daerah dengan permukaan yang rata/datar
  • tutup/ halangi jalan ke tangga
  • tutup jalan ke pintu kaca dorong karena jalurnya dapat menyebabkan bayi jatuh
  • periksa apakah ada kabel listrik di lantai, ini juga dapat menyebabkan jatuh
  • pindahkan benda-benda yang dapat membahayakan bayi ke tempat yang tingginya paling sedikit 900 mm (3 feet)
  • pindahkan karpet yang dapat bergeser
  • jangan pernah menggunakan baby walker di dapur, kamar mandi atau tempat cuci pakaian karena di sini biasanya banyak benda berbahaya. Perlu dihindari atau berikan barier agar bayi tidak mencapai tempat ini
  • jangan mengangkat baby walker kalau bayi Anda masih di atasnya. Baby walker tidak dirancang untuk ini
  • ikuti instruksi yang ada pada saat membeli baby walker, terutama untuk mengunci dan mengatur tempat duduk
  • paling penting jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan ketika di atas baby walker

Sumber: http://www.susukolostrum.com

MAINAN ANAK 2-3 TAHUN

Kemampuan anak semakin matang. Kegiatan sebelumnya tetap mengasyikkan buat si kecil. Selanjutnya, Anda dapat menambahkan stimulan dengan:

  • aktivitas bersama. Membaca buku bersama, mengerjakan pekerjaan rumah, berolahraga, dll
  • menulis di pasir. Berikan batang kayu sebagai alatnya
  • membuat gelembung sabun. Biarkan anak yang mengocok air sabunnya dengan pengocok telur
  • playdough. Ajari anak cara membuat bulatan, lempengan, gulungan, dan mulailah menyusun
  • menggunting. Berikan kertas bekas daun atau bahan lainnya dengan berbagai ketebalan
  • menggambar bentuk. Mulailah dengan mengajarkan menggambar lingkaran, kemudian tambahkan mata dan senyum, lalu lanjutkan dengan bentuk-bentuk lain yang sederhana, sudah dikenal dan menarik bagi anak
  • melompat. Alangkah menyenangkannya aktivitas ini. Anda bisa menyediakan halangan kecil untuk dilompati atau sekedar membiarkannya berlompatan di atas ranjang
  • berdiri dengan 1 kaki. Dia bisa melakukannya untuk beberapa detik
  • bercerita. Bimbinglah anak bercerita pada orang di sekitarnya tentang hal-hal yang baru saja dialaminya. Yang sederhana seperti sarapan paginya, atau yang istimewa seperti acara jalan-jalan dan berliburnya
  • kenalkan arah. Kanan, kiri, atas, bawah, depan dan belakang. Anda bisa mengajarkannya setiap saat. Saat menunjukkan tempat mainan yang dicarinya, saat menyusuri jalan dll
  • rumah-rumahan. Anda bisa menggunakan kolong meja atau sprei yang dijadikan tenda. Lengkapi dengan perabotan tiruan untuk memperkaya imajinasinya
  • berhitung. Perkenalkan angka 1-5. Jika ia mampu menyebutkan secara urut dan mengenali tiap lambangnya, Anda bisa melanjutkan hingga 10
  • meronce. Sediakan aneka bentuk dan warna dan beritahu cara memasukkan benang ke lubang masing-masing benda tersebut
  • bermain dengan teman. Si kecil menunjukkan minatnya pada anak lain. Dia menjadi lebih kooperatif dalam bermain dengan anak lainnya. Dia menyukai bermain dengan mereka. Ajarkan cara berbagi, bergiliran, meminjam barang dan bermain bersama
  • mengenali jenis kelamin. Sampaikan padanya apakah dia laki-laki/ perempuan, bagaimana cara mengenali seseorang laki-laki/ perempuan. Anda bisa memulianya dengan memperkenalkan sebutan yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Misalnya ada ayah dan ibu, kakek dan nenek, om dan tante dll
  • sepeda roda 3. Dia sudah dapat mengayuh di usia ini

Bahan Pendukung: http://yudhistira31.wordpress.com

MAINAN ANAK 1-2 TAHUN

si Kecil mulai berusaha menjadi individu yang mandiri. Ia semakin terampil berjalan sendiri, bahkan selalu mencoba mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Tetaplah kreatif menggunakan mainan yang sudah ada untuk membantu si kecil memulai langkah pertamanya, mengungkapkan kata pertamanya, mengenal bentuk dan warna serta belajar membuat sesuatu.

Mainan tambahan untuk usia ini dapat berupa:

  • aneka puzzle. Mulailah dari yang sangat sederhana, misalnya hanya terdiri dari 4 potong puzzle. Jika ia telah menguasainya Anda dapat memberinya puzzle yang lebih banyak jumlah potongannya
  • arena panjat mini. Mainan ini memberi kesempatan anak memanjat, menaiki tangga, meluncur dengan aman sesuai bentuk dan tinggi tubuhnya
  • kanvas besar. Keinginan anak mencoret-coret menggunakan krayon dalam genggamannya semakin besar. Anda dapat menempelkan kertas di lantai atau dinding dan memberi kesempatan padanya untuk mencoret-coret sesuka hatinya
  • kendaraan yang dapat ditumpangi. Menaiki kendaraan yang dapat bergerak menjadi pengalaman mengasyikkan si kecil Anda. Di usia ini, anak memang belum bisa diharapkan mengayuh kendaraannya sendiri. Ia memerlukan bantuan Anda untuk mendorong
  • finger paint. Biarkan anak berekspresi dengan tangannya. Ada banyak bahan yang bisa digunakan, bahkan makanan seperti es krim :)
  • bergerak mengikuti suatu irama/hitungan. Ajaklah si kecil bertepuk tangan, menggeleng, berputar, melompat dll secara teratur mengikuti irama
  • menyebutkan nama benda. Ejakan nama tiap-tiap benda per suku kata agar anak dapat mengikuti. Sertai dengan ekspresi lucu dan khas untuk masing-masing benda agar mudah diingat dan suasana belajar jadi menyenangkan. Misalnya, “ini mo-bil, brum-brum”
  • klasifikasi. Libatkan anak saat membereskan mainan atau mengangkat cucian untuk mengenal klasifikasi jenis benda, warna, fungsi dll
  • ketrampilan tangan. Beri anak aneka kertas bekas untuk semakin trampil meremas, menyobek, menjepit dll

Bahan Pendukung: http://yudhistira31.wordpress.com, http://www.kafebalita.com

MAINAN BAYI 9-12 BULAN

Ditulis oleh farida | Ditulis di mainan bayi | Ditulis tanggal 14 Jun 2008

Gunakan mainan sebelumnya guna memperkuat ketrampilan motorik kasarnya dalam merangkak, berdiri dan belajar berjalan. Bangun interaksi yang lebih intensif saat bermain dengan bayi, karena bayi mulai memahami kata-kata dan suka meniru. Bermainlah secara bergantian dengan bayi.

Mainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • mengenal bagian tubuh. Ajak bayi memegang anggota tubuhnya dan sebutkan nama anggota tubuh tersebut
  • menyebutkan nama-nama anggota keluarga. Ajarilah bayi untuk menirukan Anda menyebutkan nama panggilan orang-orang di sekitarnya
  • menggunakan alat. Misalnya: makan dengan sendok, memukul bola dengan tongkat dll
  • mainan yang didorong. memberi peluang bagi bayi dalam berlatih kemampuan berjalannya. Pilih mainan dorong yang berat, sehingga bayi bisa bersandar dan berputar mengelilingi ruangan tanpa mudah terjatuh
  • balok susun. Meski kadang permainan ini bisa membuat bayi frustasi karena lelah tapi mainan ini bisa menjadi tantangan latihan anak untuk memecahkan masalah. Bayi bisa menysuun 2-3 balok pada tahap ini
  • aneka wadah. Bisa gelas plastik, kantong baju, atau ember dan sekop. Bayi suka mengisi dan mengosongkan. Biarkan ia melakukannya sampai bosan
  • alat tulis. Bayi Anda mulai bisa memegang alat tulis dan menggunakannya. Pilih krayon atau atau alat tulis lain yang non toxic dan beri bayi media untuk melihat hasil coretannya

Bahan Pendukung: www.gayahidupsehatonline.com

MAINAN BAYI 6-9 BULAN


Gunakan terus mainan si kecil sebelumnya. Anda akan kagum melihat respon dan ketrampilannya yang meningkat drastis. Mainan-mainan yang ada masih tetap berfungsi untuk melatih kemampuannya duduk sendiri, merangkak, berdiri, merambat dan akhirnya belajar berjalan.

Mainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • keluar rumah. Dengan melihat pepohonan, rumput, kendaraan, binatang, anak-anak, dan sebagainya, keingintahuan anak akan terpuaskan dan kecerdasannya bertambah
  • bola. Ini akan jadi mainan favorit bayi. Biarkan dia bereksplorasi dengannya
  • botol plastik bertutup berisi kacang, beras, makaroni dan sejenisnya. Amati reaksi/keheranannya saat menggoyang-goyangkan botol tersebut. Ia sedang menyimak suara yang ditimbulkan benda di dalamnya
  • benda jatuh. Taruhlah mainannya di atas kepala Anda, goyang-goyangkan kepala hingga mainannya jatuh. Sertai dengan ekspresi yang lucu. Dia akan senang sekali melihatnya
  • panggil namanya. Tunggulah hingga ia menoleh kepada Anda
  • mainan yang bergerak. Untuk merangsang rasa ingin tahu si kecil dan membuatnya semakin fokus pada suatu benda
  • gelembung sabun. Permainan berupa gelembung sabun sangat menarik. Amati reaksi gembira yang diluapkannya. Hanya saja pastikan tak ada gelembung yang menghampiri wajah si kecil. Bila pecah tepat di dekat matanya dikhawatirkan bisa menimbulkan perih
  • high chair/ meja pendek.Taruh beberapa mainan di atasnya. Benda ini bisa digunakan agar si kecil betah berlama-lama dalam posisi duduk. Jika menggunakan meja lipat, pilih yang kakinya kokoh sehingga tidak terlipat saat terkena tendangan si kecil
  • ayunan. Membantunya belajar keseimbangan dan sangat menyenangkan bagi bayi
  • finger food. Makanan berukuran kecil ini dapat mengembangkan koordinasi tangan dan mata bayi. Sekaligus melatih perkembangan motorik halusnya. Ketika ia berhasil mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya, ia akan merasakan rasa “kekuasaan” dan kontrol, sehingga membuat mereka merasa hebat
  • melambaikan tangan dan bersalaman. Banyak sekali kesempatan untuk mempraktekkan permainan ini. Mereka belajar membuat ikatan
  • mainan yang dimasukkan ke dalam wadah. Anda bisa memberikan wadah plastik dalam berbagai ukuran dan tunjukkan bahwa benda yang kecil dapat disimpan ke dalam benda yang lebih besar
  • mainan miniatur. Misalnya peralatan dapur. Rangsanglah rasa ingin tahu bayi. Tapi jangan berikan mainan yang bisa menimbulkan bahaya seperti bentuk garpu atau pisau. Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil kita jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu
  • remote control/handphone mainan. Lihatlah betapa asyik dan takjubnya si kecil dengan hasil dari pencetannya. Untuk hasil yang sama, Anda juga bisa membuat suara imitasi untuk setiap geraknya. Misalnya: ketika ia memukul benda katakan, “duk-duk”, ketika ia melempar katakan, “tuing”, ketika ia pegang hidung Anda katakan, “toet”, ketika ia pegang pipi Anda katakan, “bum-bum”, dll
  • mainan yang dibungkus. Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai kado. Biarkan si kecil berusaha membuka bungkusan tersebut satu-persatu. Lihatlah reaksinya

Bahan Pendukung: http://rodetitan.multiply.com

MAINAN BAYI 3-6 BULAN

Secara garis besar jenis mainannya sama dengan tahap sebelumnya. Hanya saja bayi semakin meningkat kecerdasan dan mobilitasnya. Pandangannya pun sudah dapat terfokus untuk jarak sejauh 1 meter. Sehingga Anda bisa menggunakan mainannya untuk melatih agar sang bayi bisa:

  • tegak kepalanya saat didudukkan. Caranya dengan membuatnya betah bermain dalam posisi tersebut
  • meraih benda. Letakkan mainan pada jarak yang bisa diraih. Pancinglah dengan membunyikannya atau memanggil namanya. Kadang dia bisa meraih, kadang tidak.
  • berguling. Saat bayi terlentang, bunyikan mainan di alas tempat ia berbaring. Saat bayi telungkup, bunyikan mainan di atas kepalanya. Pancing bayi dengan lebih dulu menunjukkan mainan di hadapannya, lalu perlahan geser ke tempat yang dituju
  • bangun dari posisi tidur. Bunyikan mainan di depannya. Saat dia tampak tertarik, perlahan jauhkan mainan menghampiri Anda
  • mengenal kakinya. Jika memungkinkan, pasang mainan yang bergemerincing dan tidak terlalu berat pada pergelangan kakinya. Atau beri ia kaus kaki dengan warna mencolok dan bisa juga memiliki hiasan lucu. Ini akan mendorong bayi untuk aktif mengangkat kakinya dan bermain-main dengannya
  • memindah benda dari satu tangan ke tangan lain

Permainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • tirukan suaranya yang mulai suka bergumam. Beri tanggapan berupa anggukan dan senyuman. Dia belajar bahwa Anda mendengarkannya
  • rekam suaranya dan perdengarkan kembali padanya
  • cilukba bergantian dengan beraneka gaya dan sarana
  • buku dengan gambar berwarna-warni. Dia akan menikmati suara Anda saat membaca dan gambar di buku tersebut
  • berdansa. Tahan si kecil dalam posisi berdiri, letakkan tangan Anda di bawah ketiaknya dan mulai!

Bahan Pendukung: http://wrm-indonesia.org, http://www.fahima.org