Showing posts with label [Bayi] 09 Bulan. Show all posts
Showing posts with label [Bayi] 09 Bulan. Show all posts

Friday, July 3, 2009

8 KEUNTUNGAN MERANGKAK


jalanJangan buru-buru senang jika bayi melompatinya dan langsung berjalan.

Dalam soal tumbuh-kembang anak, sebagian kita – para orangtua - bersikap seperti tengah menyaksikan anak ikut lomba balap. Kita senang jika anak bisa ‘ngebut’ melewati tiap etape atau tahapan, mendahului anak lain. Kalau bisa lompati saja 1-2 tahap, biar lebih cepat lagi.

rangkakDalam perkembangan berjalan juga begitu. Sebagian kita merasa senang jika bayi langsung belajar berjalan tanpa merangkak dulu. Padahal, merangkak itu penting buat bayi. Peter Fysh, dokter anak, chiropractor dan anggota International Chiropractor Association yang berdomisili di Sunnyvale, California, Amerika Serikat mengatakan,

otakmerangkak menuntut pemakaian kaki dan tangan yang berlawanan secara simultan, yaitu: menggerakkan tangan kanan dengan kaki kiri, diikuti tangan kiri dengan kaki kanan, dan seterusnya, dalam gerakan timbal-balik. Tiap gerakan seperti ini menuntut pemakaian kedua belahan otak kiri dan kanan dalam sebuah koordinasi neurologis yang kompleks.

akademis‘Berjalan terlalu dini’ (merangkak terlalu singkat sebelum mulai berjalan) diduga berhubungan dengan masalah akademis di belakang hari. “Penelitian terhadap anak-anak yang digolongkan ‘berjalan terlalu dini’ menunjukkan bahwa mereka meraih skor lebih rendah dalam berbagai tes prasekolah,” kata Dr. Fysh.

Louis Barclay Murphy dan Colleen T. Small dalam The Baby’s World menjelaskan berbagai pengalaman sensori bayi, dalam konteks budaya para bayi itu sendiri. Berdasarkan penjelasan mereka, kita bisa melihat betapa banyak ‘keuntungan langsung’ yang bisa dirasakan bayi dengan merangkak - selain meningkatnya keterampilan motorik, tentunya:

1. ‘Memperluas Dunia’

dunia1Bayi perlu memperluas dunia, karena mereka akan semakin terbiasa dengan apa yang mereka lihat sehari-hari dan bisa bosan. Dengan merangkak, bayi bisa menggapai, menyentuh, merasakan dan menjulurkan tubuh untuk melihat dan mendengar sesesuatu yang baru dan menarik. Dengan cara ini, bayi memelihara minat dan kesenangannya terhadap rangsangan baru – ini sangat penting untuk perkembangan mental bayi dan kelangsungan hidupnya. Bayi-bayi yang kurang mendapat ‘nutrisi’ untuk pancainderanya (karena dunianya tidak diperluas) akan lambat perkembangannya.

2. Mengembangkan ‘Peta-peta Kognitif’

arahPeta-peta kognitif (cognitive maps) berkembang begitu anak menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan sekitar. Ketika bayi mulai merangkak dari ruang yang satu ke ruang lain, mereka belajar menemukan jalan sendiri untuk mengelilingi rumah. Mereka menciptakan peta kognitif seperti burung dan tupai menemukan jalan pergi dari dan pulang ke sarang. Bayi yang merangkak juga bisa menyelidiki lemari-lemari dapur di sepanjang jalur merangkak. Itu membuat mereka makin menguasai jalur, bahkan mampu mengubah tiap jalur menjadi tempat mengasyikkan. Semua itu akan mengembangkan kompetensi dan kemandirian bayi.

3. Mengembangkan kelekatan dengan lingkungan

boxProses pengembangan kelekatan (attachment) bayi dengan sesuatu disebut juga kanalisasi. ‘Sesuatu’ itu bisa ibunya, selimutnya, mainannya, boks-nya, makanannya, pakaiannya, dan seterusnya. Bayi yang merangkak bisa menjalin kelekatan dengan lebih banyak ‘sesuatu’, yang mungkin tidak didapat jika tidak merangkak: kolong boks (yang ternyata nyaman untuk sembunyi!), sudut kamar, lemari, meja-kursi, ceruk di antara perabotan, ruang di balik pintu, dan apa saja yang bisa mereka temukan dalam setting rumah kita.

4. Menyalurkan hasrat kebebasan

apiAda bayi-bayi enerjik yang kesal jika terkurung dalam kotak bermain atau kamar. Mereka bisa marah dan melakukan tindakan destruktif: melempar atau merusak mainan, menendang, memukul, dan sebagainya. Dengan merangkak, bayi-bayi enerjik tersebut mendapatkan penyalurannya. Hasrat ingin bebas terpuaskan, energi gerak yang melimpah tersalurkan (merangkak itu capek, lho!).

5. Memperkaya kehidupan emosi

emosiMerangkak memberi kesempatan bayi mengalami lebih banyak tantangan dari lingkungan. Semua itu harus dihadapi oleh bayi dengan segala rasa yang muncul dalam dirinya – takjub, gembira, bersemangat, sedih, cemas bahkan takut. Kesuksesan demi kesuksesan yang berhasil dicapai bayi dalam mengatasi tantangan tersebut akan membangun optimisme bayi.

6. Memperkaya cara-cara untuk menyamankan diri

isapBayi mampu membuat dirinya nyaman dengan berbagai cara. Ada yang mengisap jari (oral), memandangi gambar-gambar di dinding (visual), menggosok-gosokkan jari kaki ke mainan (taktil). Dengan merangkak, bayi bisa memperkaya cara menyamankan diri. Misalnya, merangkak ke kolong meja dan berbaring menikmati ketersembunyian dirinya dari orang lain (visual).

7. Memperkaya cara bayi untuk ‘mempengaruhi dunia’

tanganSebelum bisa merangkak, bayi mungkin hanya bisa ‘mengulurkan tangan dan menatap penuh harap’ untuk menyuruh kita menghampiri dan menggendongnya. Dengan merangkak, bayi bisa menghampiri kita dan lebih ‘memaksa’ kita menggendongnya segera.

8. Memperkaya kosakata bayi

kataSebelum merangkak, bayi hanya menunggu seseorang menghampiri, menyodorkan sesuatu dan berkata “Ini boneka beruang…,” lalu belajar menghubungkan antara sesuatu yang nyata (benda empuk berbulu lembut, berwarna cokelat) dan gagasan tentang benda tersebut (boneka beruang). Dengan merangkak, bayi mendapat kesempatan jauh lebih luas untuk menemukan lebih banyak objek dan mengaitkannya dengan bahasa. Ketika merangkak mencapai kaki tangga, misalnya, kita berseru “Jangan ke tangga!” Bayi belajar menghubungkan bahwa yang ada di dekatnya adalah ‘tangga’ dan dia ‘dilarang’ mendekati benda tersebut.

Hm, kalau sebanyak ini keuntungannya, siapa lagi yang berani mengatakan merangkak tidak penting?

Serba-serbi Merangkak
ensikloMenurut Encyclopedia of Children’s Health:

  • Kebanyakan bayi belajar merangkak antara usia 6-10 bulan.
  • Tidak semua bayi merangkak. Ada 5% bayi melompati periode merangkak dan langsung berpegangan, berdiri dan berjalan.

Sumber: http://www.naya.web.id

MAINAN BAYI 9-12 BULAN

Ditulis oleh farida | Ditulis di mainan bayi | Ditulis tanggal 14 Jun 2008

Gunakan mainan sebelumnya guna memperkuat ketrampilan motorik kasarnya dalam merangkak, berdiri dan belajar berjalan. Bangun interaksi yang lebih intensif saat bermain dengan bayi, karena bayi mulai memahami kata-kata dan suka meniru. Bermainlah secara bergantian dengan bayi.

Mainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • mengenal bagian tubuh. Ajak bayi memegang anggota tubuhnya dan sebutkan nama anggota tubuh tersebut
  • menyebutkan nama-nama anggota keluarga. Ajarilah bayi untuk menirukan Anda menyebutkan nama panggilan orang-orang di sekitarnya
  • menggunakan alat. Misalnya: makan dengan sendok, memukul bola dengan tongkat dll
  • mainan yang didorong. memberi peluang bagi bayi dalam berlatih kemampuan berjalannya. Pilih mainan dorong yang berat, sehingga bayi bisa bersandar dan berputar mengelilingi ruangan tanpa mudah terjatuh
  • balok susun. Meski kadang permainan ini bisa membuat bayi frustasi karena lelah tapi mainan ini bisa menjadi tantangan latihan anak untuk memecahkan masalah. Bayi bisa menysuun 2-3 balok pada tahap ini
  • aneka wadah. Bisa gelas plastik, kantong baju, atau ember dan sekop. Bayi suka mengisi dan mengosongkan. Biarkan ia melakukannya sampai bosan
  • alat tulis. Bayi Anda mulai bisa memegang alat tulis dan menggunakannya. Pilih krayon atau atau alat tulis lain yang non toxic dan beri bayi media untuk melihat hasil coretannya

Bahan Pendukung: www.gayahidupsehatonline.com

Wednesday, July 1, 2009

Tip & Trik Pemberian MPASI


Makan Yuk Sayang


Berlalunya masa ASI Eksklusif (saat bayi memasuki usia 6 bulan) merupakan momen tepat bagi orangtua untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil. Tujuannya tak lain agar keterampilan makan si kecil jadi terlatih. Jadi jangan terlambat memperkenalkannya agar bayi tidak mengalami kesulitan makan karena kemampuan mengunyahnya yang tidak terstimulasi.

Tentu saja MPASI perlu diberikan secara bertahap. Perkenalan awal saat usia bayi 6 bulan mesti dibuka dengan hidangan yang semicair. Seiring pertambahan usia dan perkembangan bayi, tekstur makanannya semakin lama harus semakin kasar hingga akhirnya ia siap mengonsumsi makanan keluarga di usia 1 tahun. Nah, semua ini kami bahas secara lengkap di sini.

Kami berharap buklet ini dapat menjadi inspirasi dalam mengolah menu makanan bayi. Semoga juga tak ada lagi keluhan mengenai menu makanan bayi yang "dituduh" hanya itu-itu saja. Namun yang menjadi harapan terbesar bagi kami adalah agar kita sebagai orangtua dapat memberikan yang terbaik bagi si kecil. Bukan hanya dengan menyajikan hidangan-hidangan yang lezat saja, namun juga bervariasi dan tentu bergizi.

Selamat menjadikan waktu makan menjadi saat-saat paling meyenangkan bagi bayi!

Tip & Trik

PEMBERIAN MPASI

1. Makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi 6 bulan hendaknya dimasak semicair (jangan terlalu kental) sehingga bayi tidak terlalu kaget menelannya mengingat ini adalah "masa perkenalan pertamanya" dengan makanan semipadat.

2. Frekuensi MPASI untuk bayi 6 bulan adalah 1–2 kali per hari. Untuk perkenalan berikan dalam porsi sedikit (cukup 1–2 sendok teh), selanjutnya bisa ditingkatkan seiring bertambahnya minat dan usia bayi.

3. Memasuki 7 bulan, perkenalkan bayi dengan bubur saring dan pure. Gunakan kawat saring agar tekstur makanannya sedikit kasar. Frekuensi pemberian MPASI 2 kali sehari dengan diselingi sajian fingerfood yang lunak di antara waktu makan.

4. Tingkatkan tekstur makanan bayi menjadi lebih kasar pada usia 9 bulan. Pada saat ini, makanan tak perlu disaring lagi, tapi cukup dicincang atau dihancurkan kasar. Cara pengolahannya dengan ditim dari 3-4 bahan dasar yang dapat disajikan secara terpisah atau dicampur. Untuk frekuensi pemberian MPASI bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari dengan selingan di antara waktu makan sebanyak 2 kali per hari.

5. Mengenai urutan pemberian makan padat, mulailah dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi (kadar protein paling rendah), seperti beras merah, beras putih, dan havermut. Perkenalkan pada bayi hanya satu jenis bahan makanan selama 2-4 hari berturut-turut sebelum memperkenalkan bahan makanan yang lain. Tujuannya untuk memastikan agar bayi tidak alergi terhadap makanan tersebut.

6. Ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Untuk si 6 bulan, umpamanya, mulailah dengan sayuran yang rasa-nya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, avokad, apel, pir, dan semangka.

7. Buah yang dapat diberikan kepada bayi di awal pemberian MPASI adalah pisang, pepaya, pir, apel, melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk. Sampai usia 7 bulan sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah dikukus sebentar atau direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan menjadi seperti saus dengan atau tanpa susu.

8. Ragam bahan makanan bagi bayi 9 bulan sudah bisa lebih bervariasi. Untuk buah, bisa nanas, kiwi, mangga, dan melon. Sayuran seperti buncis, kacang kapri, kacang panjang, serta labu juga dapat diperkenalkan. Pada usia ini, bayi juga dapat diperkenalkan dengan olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

9. Tambahkan sumber zat lemak seperti santan, minyak kelapa atau margarin untuk meningkatkan kalori MPASI. Campuran ini sekaligus untuk melezatkan makanan dan mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak.

10. Hindari pemberian gula dan garam karena selain tidak akan menambah nilai nutrisi pada makanan, juga membuat bayi jadi terbiasa dengan standar makanan seperti itu.

11. Hindari memberikan madu pada bayi di bawah 12 bulan. Madu dapat me-ngandung bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan terganggunya pencernaan bayi.

12. Demi kepraktisan, banyak ibu mengolah MPASI sekaligus untuk kebutuhan satu hari. Ini bisa saja dilakukan namun simpanlah MPASI tersebut dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam lemari pendingin. Gunakan 1 wadah penyimpanan untuk sekali makan. Beberapa saat menjelang waktu makan, keluarkan hidangan tersebut dari lemari pendingin, lalu hangatkan dengan cara merendamnya dalam wadah berisi air panas.

Sumber : dari sini

Monday, May 4, 2009

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-9

Mencoba Berdiri Sendiri
Keinginan mengeksplorasi lingkungan bertambah. Perhatikan keamanan di sekitarnya.

Motorik Kasar
* Semakin hari, posisi duduk semakin stabil. Punggungnya lurus, kedua kaki menekuk dan terkembang. Bayi juga sudah bermain dalam posisi duduk yang seimbang dengan waktu yang agak lama.
* Jika kita posisikan ia berdiri dengan memegang kedua tangannya, ia hanya bertahan sebentar. Keseimbangan badannya untuk sikap tegak lurus belum begitu dikuasai.
* Dengan berpegangan pada furnitur di dekatnya (seperti meja atau kursi), bayi dapat mengangkat badannya dengan menjejakkan kedua kakinya hingga akhirnya dapat berdiri sendiri.

Motorik Halus
* Semakin sering mengamati mainan yang berada dalam genggamannya kemudian menjatuhkannya dengan sengaja. Ia pun berusaha mencari arah terjatuhnya benda tersebut.
* Ketertarikannya pada benda-benda kecil di usia sebelumnya (dengan berusaha mengambil dengan menggarukkan jari jemarinya). Namun, di usia ini ia berusaha mengambil dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk yang diluruskan, lalu memungut benda tersebut dengan kedua jarinya yang melakukan gerakan menjepit seperti pinset.

Sosial Emosi
* Ibu dapat mengajaknya bermain petak umpet. Ketika ibu menghilang dari pandangan, tampak ekspresi wajah yang seolah menunggu dan ketika ibu muncul ia akan tertawa senang.
* Sama seperti di usia sebelumnya, bayi akan merasa takut dan khawatir dengan orang baru, situasi asing yang baru atau ditinggalkan ibu/pengasuhnya. Ia akan memberi repons dengan merengek atau menangis.
* Ketika diajak bermain cermin dan namanya disebutkan, ia akan menatap dirinya dalam cermin itu dengan ekspresi senang.
* Rasa ingin tahunya semakin hari semakin bertambah. Ia ekspresikan dengan berbagai cara seperti menjulurkan lidah, memegang mainan dan membolakbaliknya, memasukkan ke dalam mulut, merangkak ke sana kemari, dan lainnya. Perhatikan keamanan mainan maupun lingkungan sekitarnya 
* Ketika ada bayi lain di dekatnya, ia berusaha menarik perhatiannya dengan mencoba menyentuh rambut atau pakaian bayi tersebut.

Bahasa
* Sejak usia 6 bulan bayi merangkaikan suku kata yang sama seperti ma-ma, da-da dan kini semakin jelas kedengarannya. Pembentukan suku kata ganda ini dianggap sebagai pembentukan kata pertama seperti mama, papa, dan lain sebagainya.
* Kala bayi menunjukkan kesenangan meniru ucapan yang didengarnya, jangan malas mengajaknya berkomunikasi dengan kata-kata sederhana. Ia akan mengamati dan meniru ucapan yang disampaikan padanya. Gunakan bahasa yang benar, jangan gunakan bahasa "bayi".
* Saat merasa senang, ia akan mengeluarkan suara-suara seperti tertawa.

Kemandirian
* Beberapa bayi mulai tumbuh gigi seri kedua atas dan bawah setelah gigi seri pertamanya. Makanan padat yang diberikan pun sudah dalam bentuk nasi tim. Jadi kemampuan menggigit dan mengunyahnya sudah semakin berkembang. 
* Masih ada kecenderungan untuk menggigit-gigit atau mengunyah mainan, seperti di usia-usia sebelumnya. Berikan ia mainan teether dan perhatikan kebersihan mainan tersebut.
* Mampu memegang biskuit dan memasukkannya ke mulut. Berkaitan dengan itu ajari ia untuk makan sendiri dengan memberikannya sendok kecil untuk dipegangnya.
* Dapat memegang botol susu atau gelas minum sendiri dan mengarahkannya ke mulut seperti hendak minum. Gunakan gelas plastik dengan sedikit air minum.

Kognitif
* Kemampuan pendengarannya semakin bertambah. Ia menunjukkan ketertarikan pada suara sayup-sayup, berbisik, atau perlahan. Raut mukanya menunjukkan ia mendengarkan dengan saksama suara tersebut.
* Kemampuan penglihatan semakin bertambah. Bila sebuah mainan diletakkan dalam suatu wadah, ia dapat mengambilnya dari dalam wadah atau memasukkannya kembali. Ia sudah mampu membedakan ruang seperti atas-bawah dan luar-dalam dengan tepat.
* Bila ada sesuatu benda yang diinginkan, ia berusaha untuk meraihnya.
* Sudah dapat memberi respons atas perintah sederhana dengan gerakan tubuhnya, seperti ketika diminta "dadah" dia akan melambaikan tangannya.

Pertumbuhan
Berat badan 7,0-9,2 kg, panjang badan 66,0-72,3 cm, dan lingkar kepala 42-48 cm.


Dedeh Kurniasih.
Narasumber: dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) 
dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta