Showing posts with label [Bayi] 08 Bulan. Show all posts
Showing posts with label [Bayi] 08 Bulan. Show all posts

Friday, July 3, 2009

MAINAN BAYI 6-9 BULAN


Gunakan terus mainan si kecil sebelumnya. Anda akan kagum melihat respon dan ketrampilannya yang meningkat drastis. Mainan-mainan yang ada masih tetap berfungsi untuk melatih kemampuannya duduk sendiri, merangkak, berdiri, merambat dan akhirnya belajar berjalan.

Mainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • keluar rumah. Dengan melihat pepohonan, rumput, kendaraan, binatang, anak-anak, dan sebagainya, keingintahuan anak akan terpuaskan dan kecerdasannya bertambah
  • bola. Ini akan jadi mainan favorit bayi. Biarkan dia bereksplorasi dengannya
  • botol plastik bertutup berisi kacang, beras, makaroni dan sejenisnya. Amati reaksi/keheranannya saat menggoyang-goyangkan botol tersebut. Ia sedang menyimak suara yang ditimbulkan benda di dalamnya
  • benda jatuh. Taruhlah mainannya di atas kepala Anda, goyang-goyangkan kepala hingga mainannya jatuh. Sertai dengan ekspresi yang lucu. Dia akan senang sekali melihatnya
  • panggil namanya. Tunggulah hingga ia menoleh kepada Anda
  • mainan yang bergerak. Untuk merangsang rasa ingin tahu si kecil dan membuatnya semakin fokus pada suatu benda
  • gelembung sabun. Permainan berupa gelembung sabun sangat menarik. Amati reaksi gembira yang diluapkannya. Hanya saja pastikan tak ada gelembung yang menghampiri wajah si kecil. Bila pecah tepat di dekat matanya dikhawatirkan bisa menimbulkan perih
  • high chair/ meja pendek.Taruh beberapa mainan di atasnya. Benda ini bisa digunakan agar si kecil betah berlama-lama dalam posisi duduk. Jika menggunakan meja lipat, pilih yang kakinya kokoh sehingga tidak terlipat saat terkena tendangan si kecil
  • ayunan. Membantunya belajar keseimbangan dan sangat menyenangkan bagi bayi
  • finger food. Makanan berukuran kecil ini dapat mengembangkan koordinasi tangan dan mata bayi. Sekaligus melatih perkembangan motorik halusnya. Ketika ia berhasil mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya, ia akan merasakan rasa “kekuasaan” dan kontrol, sehingga membuat mereka merasa hebat
  • melambaikan tangan dan bersalaman. Banyak sekali kesempatan untuk mempraktekkan permainan ini. Mereka belajar membuat ikatan
  • mainan yang dimasukkan ke dalam wadah. Anda bisa memberikan wadah plastik dalam berbagai ukuran dan tunjukkan bahwa benda yang kecil dapat disimpan ke dalam benda yang lebih besar
  • mainan miniatur. Misalnya peralatan dapur. Rangsanglah rasa ingin tahu bayi. Tapi jangan berikan mainan yang bisa menimbulkan bahaya seperti bentuk garpu atau pisau. Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil kita jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu
  • remote control/handphone mainan. Lihatlah betapa asyik dan takjubnya si kecil dengan hasil dari pencetannya. Untuk hasil yang sama, Anda juga bisa membuat suara imitasi untuk setiap geraknya. Misalnya: ketika ia memukul benda katakan, “duk-duk”, ketika ia melempar katakan, “tuing”, ketika ia pegang hidung Anda katakan, “toet”, ketika ia pegang pipi Anda katakan, “bum-bum”, dll
  • mainan yang dibungkus. Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai kado. Biarkan si kecil berusaha membuka bungkusan tersebut satu-persatu. Lihatlah reaksinya

Bahan Pendukung: http://rodetitan.multiply.com

Wednesday, July 1, 2009

Tip & Trik Pemberian MPASI


Makan Yuk Sayang


Berlalunya masa ASI Eksklusif (saat bayi memasuki usia 6 bulan) merupakan momen tepat bagi orangtua untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil. Tujuannya tak lain agar keterampilan makan si kecil jadi terlatih. Jadi jangan terlambat memperkenalkannya agar bayi tidak mengalami kesulitan makan karena kemampuan mengunyahnya yang tidak terstimulasi.

Tentu saja MPASI perlu diberikan secara bertahap. Perkenalan awal saat usia bayi 6 bulan mesti dibuka dengan hidangan yang semicair. Seiring pertambahan usia dan perkembangan bayi, tekstur makanannya semakin lama harus semakin kasar hingga akhirnya ia siap mengonsumsi makanan keluarga di usia 1 tahun. Nah, semua ini kami bahas secara lengkap di sini.

Kami berharap buklet ini dapat menjadi inspirasi dalam mengolah menu makanan bayi. Semoga juga tak ada lagi keluhan mengenai menu makanan bayi yang "dituduh" hanya itu-itu saja. Namun yang menjadi harapan terbesar bagi kami adalah agar kita sebagai orangtua dapat memberikan yang terbaik bagi si kecil. Bukan hanya dengan menyajikan hidangan-hidangan yang lezat saja, namun juga bervariasi dan tentu bergizi.

Selamat menjadikan waktu makan menjadi saat-saat paling meyenangkan bagi bayi!

Tip & Trik

PEMBERIAN MPASI

1. Makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi 6 bulan hendaknya dimasak semicair (jangan terlalu kental) sehingga bayi tidak terlalu kaget menelannya mengingat ini adalah "masa perkenalan pertamanya" dengan makanan semipadat.

2. Frekuensi MPASI untuk bayi 6 bulan adalah 1–2 kali per hari. Untuk perkenalan berikan dalam porsi sedikit (cukup 1–2 sendok teh), selanjutnya bisa ditingkatkan seiring bertambahnya minat dan usia bayi.

3. Memasuki 7 bulan, perkenalkan bayi dengan bubur saring dan pure. Gunakan kawat saring agar tekstur makanannya sedikit kasar. Frekuensi pemberian MPASI 2 kali sehari dengan diselingi sajian fingerfood yang lunak di antara waktu makan.

4. Tingkatkan tekstur makanan bayi menjadi lebih kasar pada usia 9 bulan. Pada saat ini, makanan tak perlu disaring lagi, tapi cukup dicincang atau dihancurkan kasar. Cara pengolahannya dengan ditim dari 3-4 bahan dasar yang dapat disajikan secara terpisah atau dicampur. Untuk frekuensi pemberian MPASI bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari dengan selingan di antara waktu makan sebanyak 2 kali per hari.

5. Mengenai urutan pemberian makan padat, mulailah dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi (kadar protein paling rendah), seperti beras merah, beras putih, dan havermut. Perkenalkan pada bayi hanya satu jenis bahan makanan selama 2-4 hari berturut-turut sebelum memperkenalkan bahan makanan yang lain. Tujuannya untuk memastikan agar bayi tidak alergi terhadap makanan tersebut.

6. Ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Untuk si 6 bulan, umpamanya, mulailah dengan sayuran yang rasa-nya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, avokad, apel, pir, dan semangka.

7. Buah yang dapat diberikan kepada bayi di awal pemberian MPASI adalah pisang, pepaya, pir, apel, melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk. Sampai usia 7 bulan sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah dikukus sebentar atau direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan menjadi seperti saus dengan atau tanpa susu.

8. Ragam bahan makanan bagi bayi 9 bulan sudah bisa lebih bervariasi. Untuk buah, bisa nanas, kiwi, mangga, dan melon. Sayuran seperti buncis, kacang kapri, kacang panjang, serta labu juga dapat diperkenalkan. Pada usia ini, bayi juga dapat diperkenalkan dengan olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

9. Tambahkan sumber zat lemak seperti santan, minyak kelapa atau margarin untuk meningkatkan kalori MPASI. Campuran ini sekaligus untuk melezatkan makanan dan mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak.

10. Hindari pemberian gula dan garam karena selain tidak akan menambah nilai nutrisi pada makanan, juga membuat bayi jadi terbiasa dengan standar makanan seperti itu.

11. Hindari memberikan madu pada bayi di bawah 12 bulan. Madu dapat me-ngandung bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan terganggunya pencernaan bayi.

12. Demi kepraktisan, banyak ibu mengolah MPASI sekaligus untuk kebutuhan satu hari. Ini bisa saja dilakukan namun simpanlah MPASI tersebut dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam lemari pendingin. Gunakan 1 wadah penyimpanan untuk sekali makan. Beberapa saat menjelang waktu makan, keluarkan hidangan tersebut dari lemari pendingin, lalu hangatkan dengan cara merendamnya dalam wadah berisi air panas.

Sumber : dari sini

Monday, May 4, 2009

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-8

IA MULAI MENGOCEH
Bayi mulai bisa berdiri dengan berpegangan dan bersuara, "Ma, ma..."

KETERAMPILAN MOTORIK KASAR
* Terlihat upaya bayi untuk merangkak maju. Sesekali ia akan memutar badannya atau mengubah posisi sikap tubuhnya.
* Sudah dapat duduk sendiri meski sikap punggung belum lurus atau tegak betul. Terkadang masih terguling dan perlu bantuan, sehingga ketika duduk ia masih bertumpu pada tangannya. Jika tubuhnya miring, adakalanya lengan bayi berupaya menahan agar tidak berguling. Tanpa bantuan lengan, bayi bisa bertahan duduk selama sekitar 10 menit.
* Jika diposisikan berdiri dengan dipegangi ketiaknya, bayi melonjak dengan pinggul yang agak menekuk seperti berjongkok dan kemudian menghentakkan kakinya untuk lurus berdiri.
* Bayi juga mulai belajar berdiri dengan berpegangan pada furnitur yang ada di dekatnya.

KETERAMPILAN MOTORIK HALUS
* Kemampuan motorik halus di usia sebelumnya lebih dimantapkan di usia ini dan berlanjut pada kemampuan baru. Contoh, selain bisa memegang suatu objek dengan tangan kanan dan kirinya, kini objek tersebut bisa ditimang atau dimainkan dengan kedua tangannya.
* Kemampuan mengambil objek dalam ukuran kecil bisa dilakukannya dengan cara 
menjumput atau menggaruk dengan jemari tangannya.
* Ia dapat pula meraih benda yang agak jauh dengan mengulurkan lengannya.
* Sering kali ia berusaha membunyikan mainan yang ada dalam genggamannya. Contohnya, mainan kubus-kubusan dalam kedua genggamannya diadu atau diketukketukkan.

PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSI
* Tampak sikap yang seolah menahan diri atau takut pada orang yang baru dikenalnya. Ia tak mau sembarang digendong orang yang ditunjukkan dengan cara menangis.
* Secara visual ia sangat mengenali wajah ibunya. Lantaran itu ada rasa khawatir bila berpisah dengan sang bunda.
* Ia mulai mengamati peristiwa-peristiwa di sekitarnya. Ia tertarik melihat ibunya mengerjakan sesuatu di dekatnya, semisal menyapu, menulis, menelepon, berbicara dengan orang lain, dan sebagainya.
* Bila melihat cermin ia seolah menyapa bayangannya dengan mengajaknya tersenyum dan memandangi bayangan tersebut.
* Kerap mengulang-ulang aktivitas yang dirasanya menyenangkan. 
* Mulai bisa diajak bekerja sama, terutama saat bermain. Umpamanya, dalam bermain cilukba sudah bisa melakukan perintah sederhana.

PERKEMBANGAN KOGNITIF
* Mulai memerhatikan (selama sekitar 1 menit) hal-hal kecil yang ada di sekitarnya, seperti objek-objek kecil, gerakan bayangan pada kain jendela, atau gambar.
* Kemampuan untuk memusatkan perhatian semakin bertambah. Misalnya, bisa bermain dengan mainannya sendiri sekitar 2-3 menit.
* Memerhatikan kata-kata familiar yang sering didengarnya.
* Memberi respons dengan gerakan tubuh jika diminta melakukan sesuatu yang sederhana.
* Menyentuh mainan atau tangan orang dewasa saat ingin memulai suatu aktivitas.
* Pandangannya akan mengikuti arah lintasan objek yang bergerak cepat. Misal ketika mainannya terjatuh ke bawah.

PERKEMBANGAN BAHASA

* Selain mengoceh, si kecil senang bereksperimen dengan nada suaranya sendiri. Ia suka berteriak dan juga berbisik-bisik. Ia akan mendengarkan bermacam suaranya itu, terutama ocehannya dengan penuh perhatian.
* Berteriak kala meminta perhatian dari lingkungan sekitarnya.
* Dapat mengucapkan suku kata tunggal 'ba' atau 'ma' maupun suku kata ganda seperti, 'ba, ba' atau 'ma, ma.' Ia dapat menirukan ocehan dengan gaya seperti yang diucapkan orang dewasa padanya.

PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN
* Proses mengunyah makanan dilakukan dengan semakin baik dan terlatih. Ia dapat menggerakkan makanan padat dalam mulutnya untuk dikunyah dan digigit dengan sengaja.
* Bisa mengunyah atau menggigit mainan yang dimasukkannya ke dalam mulut.

PERTUMBUHAN

Berat badan sekitar 6,6-8,8 kg, panjang badan sekitar 64,6-71,0 cm, dan lingkar kepala 41,5-47,5 cm.


Dedeh Kurniasih
Konsultan Ahli :
dr. Rini Sekartini, Sp.A(K)
dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta