Showing posts with label [Bayi] 01 Bulan. Show all posts
Showing posts with label [Bayi] 01 Bulan. Show all posts

Friday, July 3, 2009

TENTANG BEDONG

Kebiasaan membedong bayi memang lebih umum dipraktekkan oleh masyarakat Asia. Tapi sebenarnya, masyarakat di belahan bumi bagian barat sana pun bukannya sama sekali tak mengenal praktek membedong (swaddling) ini. Cukup banyak orangtua baru saat ini yang dibuat bingung dengan pro-kontra yang timbul dari ’tradisi’ bedong-membedong.
Apa sih manfaat sebenarnya? Dan apa kerugiannya jika bayi tidak dibedong?

Pengaruh bedong antara lain:

1. membuat bayi merasa aman dan nyaman
Swaddling atau membedong membuat bayi seperti selalu dipeluk. Ini mengingatkannya pada suasana dalam rahim ibu. Ia akan merasa nyaman dan aman. Itulah alasan rasional di balik kebiasaan membedong. Tujuan membedong sama sekali bukan untuk ’meluruskan’ kaki bayi. Semua bayi baru lahir, kakinya memang tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam. Tapi itu normal. Kondisi tersebut dikarenakan selama kurang lebih 40 minggu di dalam rahim ibu yang ruangnya memang terbatas, ia selalu dalam posisi meringkuk. Dalam beberapa bulan setelah lahir, dan tanpa dibedong pun, kedua kaki bayi akan ’lurus’ dengan sendirinya dan berbentuk normal.
Dalam kelelapan tidurnya (deep sleep/non-dream sleep), bayi sesekali bergerak seperti orang terkejut. Gerakan ini, yang disebut sebagai hynogogic startles, adalah normal. Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa pun kadangkala mengalaminya. Hanya saja pada bayi baru lahir, refleks kejut ini lebih sering terjadi sehingga mengganggu kelelapan tidurnya. Refleks ini akan berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi, dan biasanya pada saat bayi berumur 1 atau 2 bulan, akan menghilang. Ada bayi yang dapat langsung tertidur kembali, tapi tak sedikit pula yang kesulitan dan lalu menjadi rewel. Membedong dapat membantu bayi untuk mengatasi refleks kejut ini dan membuatnya segera tidur kembali karena ia merasa seperti dipeluk.

2. manfaat kepraktisan bagi orangtua, seperti memudahkan untuk menyusui dan menggendong
Beberapa ibu ada yang merasakan kemudahan untuk menyusui bila bayinya dibedong. Bagi ibu maupun sang bayi, saat-saat pertama kali menyusui adalah masa yang penuh perjuangan. Ibu belajar untuk mencari posisi dan teknik menyusui yang benar. Si kecil juga berjuang mencari cara menyusu yang pas untuknya. Seringkali ia bergerak-gerak tak sabar, yang justru membuat ibu semakin sulit untuk menempatkannya dalam posisi yang benar dan nyaman. Dengan membedong, bayi akan relatif lebih anteng dan membuat proses belajar menyusui ini lebih lancar. Bayi baru lahir juga seringkali mengalami kolik, salah satu hal yang membuat orangtua baru kebingungan karena bayi yang tengah kolik akan gelisah dan menangis tak henti-hentinya. Swaddling atau membedong dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menenangkan si kecil yang sedang kolik.

3. Dalam salah satu jurnal pediatrics AAP, membedong bayi berpengaruh/berhubungan dengan : Sleep and Arousal, Temperature Control, Motor Development, Sudden Infant Death Syndrome, Respiratory Infections, Rickets and DDH (developmental dysplasia of the hip), Pain Control, Crying Behavior, Breastfeeding and Postnatal Weight.

Bagaimana Membedong Bayi
Teknik membedong bayi sangatlah variatif, tergantung dari tujuan dan tradisi masing-masing. Namun hendaknya dalam membedong bayi memperhatikan hal-hal antara lain:

  • selalu meletakkan bayi terlentang (sleep on baby back)
  • jangan membedong bayi dengan ketat. Bedong bayi dengan longgar saja. Tak masalah jika begitu terbangun si kecil ’memporak-porandakan’ bedongnya itu
  • tidak membedong dengan kain berlapis yang membuat bayi kepanasan (overheated) dan dapat meningkatkan resiko pneumonia serta infeksi saluran pernafasan akut lainnya akibat paru-paru bayi tidak dapat mengembang sempurna ketika ia bernafas
  • gunakan kain bedong yang tipis tapi cukup hangat, seperti kain flanel
  • bila bayi Anda menggunakan popok sekali pakai, jangan lupa untuk sering-sering mengganti kain bedongnya
  • kenakan pakaian dari bahan yang tipis saja pada si kecil
  • jangan pula membedong sampai menutupi kepala bayi, ataupun mulai membedong di atas bahu, karena dikhawatirkan dapat menutupi hidung bayi
  • sebaiknya jangan membedongnya ketika ia sedang bangun agar tak menghambat perkembangan motoriknya

Salah satu gambaran dari cara membedong bayi:

  1. lipat bagian atas bedong ke bawah dan tempatkan bayi di tengah
  2. lipat bagian atas dari tengah bedong (bukan sudut) melewati pundak dan selipkan ke bawah lengan
  3. tahan dengan jari-jari dan dengan lengan yang lain tarik bagian sudut bedong sambil menahan bedong di bawah lengan
  4. tarik sudut bedong menyilang di atas tubuh
  5. selipkan di belakang punggung sejauh mungkin sambil menggulingkan bayi
  6. gulingkan bayi kembali ke depan dan tarik sudut bawah bedong diantara kaki. Untuk bayi di bawah 10 minggu, masukkan kaki dan bawa bagian sudut bawah bedong ke bawah dagu
  7. lipat bagian atas dari tengah bedong (bukan sudut) melewati pundak yang lain dan selipkan ke bawah lengan
  8. tahan dengan jari-jari dan dengan lengan yang lain tarik bagian sudut bedong sambil menahan bedong di bawah lengan
  9. tarik sudut bedong menyilang di atas tubuh
  10. selipkan di belakang punggung sejauh mungkin sambil menggulingkan bayi

Apakah Semua Bayi Suka Dibedong?
Tak semua bayi senang dibedong. Ada bayi yang sejak semula memang sama sekali tak suka dibedong. Beberapa bayi mungkin hanya mau dibedong selama 2 minggu. Tapi beberapa bayi lain, meski sudah berusia 2 bulan atau lebih, masih senang dibedong ketika tidur. Dan ada pula bayi sebenarnya senang dibedong, hanya saja ia lebih senang jika kedua tangannya dibiarkan bebas. Untuk ini, Anda dapat membedong si kecil dari ketiak ke bawah, sehingga ia dapat bebas bermain-main dengan kedua tangannya.

Sumber: http://rumahkusorgaku.multiply.com

MAINAN BAYI 0-3 BULAN

Mainan sangat diperlukan untuk perkembangan bayi. Untuk mengoptimalkannya, tidak semua kebutuhan bayi akan mainan harus dipenuhi dengan cara membeli. Banyak jenis mainan yang justru bisa kita hadirkan dari dalam rumah kita. Jadi, belilah mainan yang memang perlu dibeli.
Dimulai dari tulisan ini, Mommy Gadget akan menyampaikan berbagai jenis mainan yang diperlukan anak pada tiap tahap perkembangannya.

1. Cahaya
Untuk membantu bayi baru lahir memfokuskan matanya, latihlah bayi hingga dia bisa mengikuti sumber cahaya. Caranya antara lain:

  • sorotkan senter di dalam kamar yang gelap
  • sibaklah tirai jendela di pagi hari agar cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya

2. Gambar Bergaris Tebal, Berpola Sederhana dan Berwarna Hitam-Putih
Ini juga berfungsi untuk membantu memfokuskan mata sang bayi.

3. Suara yang Lembut, Gendongan dan Belaian
Untuk mengembangkan ikatan yang kuat antara Anda dan bayi Anda.

4. Berbicara dengan Kontak Mata
Berusahalah menciptakan komunikasi dengannya. Ini adalah dasar dari kemampuan berbahasanya kelak. Katakan kata-kata sederhana seperti, “Halo bayi cantik” sambil menghadapkan wajah bayi kepada Anda dan menatap matanya. Jarak wajah Anda dan bayi sekitar 10 cm. Setelah 1 bulan, bayi juga menatap wajah Anda saat Anda berbicara. Dia juga akan mulai tersenyum dan membalas senyuman.

5. Suara Ritmis
Suara dengan nada yang konstan dan berulang-ulang diyakini dapat menenangkan bayi. Karena suara jenis inilah yang sering didengar bayi selama di dalam rahim, yaitu suara detak jantung dan bunyi perut ibu. Anda dapat menghadirkannya melalui:

  • CD/kaset murottal Alquran
  • gemericik air
  • mesin cuci, hair dryer atau vacuum cleaner yang berdengung, dll

6. Wajah
Bayi sangat suka memperhatikan wajah orang, terutama wajah orang-orang yang mencintai dan dicintainya. Coba berbagai ekspresi wajah dan bermacam-macam suara dari mulut Anda untuk membantu perkembangan penglihatan dan pendengarannya. Anda bisa mencoba:

  • menyanyi dengan mempertegas bentuk mulut
  • mengedip-ngedipkan mata
  • buat suara-suara seperti batuk atau bersin
  • mengajaknya bercermin

7. Mainan berwarna-warni dan Bergemerincing
Ini digunakan untuk merangsang bayi bergerak mengikuti benda. Hal ini untuk melatih motoriknya sekaligus kemampuan spasialnya. Reaksi bayi di awal-awal umurnya masih lambat. Berilah bayi waktu sekitar 2 detik untuk merespon Anda.

  • menoleh ke kiri-kanan. Telentangkan bayi, bunyikan mainannya atau panggillah namanya dari sisi kanan tubuhnya dan kemudian ganti ke kiri hingga bayi dapat menoleh ke arah sumber suara
  • menggerakkan bola matanya ke kiri-kanan dan atas-bawah. Telentangkan bayi, gerakkan mainan ke kanan, ke tengah dan ke kiri secara perlahan. Ulangi terus hingga bayi dapat mengikutinya. Lalu latihlah dengan menggerakkan mainan ke atas-bawah
  • mengangkat kepala dan dada. Telungkupkan bayi, bunyikan mainannya di depan/atas bayi
  • meraih benda. gantungkan mainan di tempat yang dapat dilihat bayi. Menjelang usia 3 bulan, bantu bayi meraihnya

8. Mainan yang Dapat Diraba, Digenggam, Ditekan, Dipencet, Digoyang dll
Ini berguna untuk melatih koordinasi mata, tangan dan motorik halusnya. Pastikan mainan ini aman jika masuk ke mulut bayi. Jenis mainan ini misalnya:

  • kain aneka bahan dan tekstur
  • rattles
  • mainan karet yang berbunyi jika ditekan
  • piano mainan atau semacamnya, dll


diadopsi dari berbagai sumber

Wednesday, July 1, 2009

Risalah AQIQAH

Ucapan Selamat untuk Bayi yang Baru Lahir :
“Baarokallohulaka fiil mauhuubilaka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu.”

Semoga Allah memberikan keberkahan untuk dirimu atas (karunia) yg diberikan kepadamu. Semoga engkau mensyukuri Yang Maha Memberi hingga sang anak menjadi dewasa dan menjadi anak yang berbakti.

Kemudian Dijawab (atas orang yang mengucapkan doa di atas kepada kita): “Baarokallohulaka wa baaroka’alaika, wa jazaakallohu khoiron, wa rozaqokallohu mitslahu, wa ajzala tsawaabaka”. Semoga Allah memberikan berkahnya kepadamu dan dalam segala yang engkau miliki. Semoga Allah membalas untukmu kebaikan yang banyak dan memberikan (karunia) tang sama kepadamu. Semoga Allah pun berkenan melipat gandakan pahalamu.

DO’A UNTUK BAYI YANG BARU DILAHIRKAN

“Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin”. Artinya: Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

MENGHIDUPKAN SUNNAH NABI SAW. DENGAN ‘AQIQAH

“Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw). Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi saw sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya merupakan amanah Allah SWT. Tulisan ini sekedar mengingatkan akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya:
1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dari Abu Rafi’: Aku melihat Rasulullah saw. menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika Fatimah melahirkannya.
2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw. Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata: Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit-langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku.Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama/orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.
3. Mencukur rambut kepala bayi, memberi nama, dan Aqiqah.

MAKNA ‘AQIQAH

Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya.

PENTINGNYA AQIQAH

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi).Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan).‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah:
1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.
2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw. bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi). Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”
3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mu-lah ku persembahkan ‘aqiqah si Fulan ini.” Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai.
4. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga disedekahkan dan dihadiahkan.
5. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata: Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda : “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan berikanlah kaki kambing kepada kabilah (suku bangsa)”.

WAKTU ‘AQIQAH

Di muka telah dikutipkan sebuah hadits yang menunjukkan bahwa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan ‘aqiqah adalah hari ketujuh. Hadits lain yang menguatkan hal itu antara lain adalah hadits Abdillah bin Wahb dari ‘Aisyah r.a.: Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Hasan dan Husain pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka), menamakan mereka dan memerintahkan untuk menjauhkan penyakit dari kepala (mencukur) mereka.

Akan tetapi, ada pendapat yang menunjukkan bahwa keterikatan dengan hari ketujuh itu bukanlah keharusan, melainkan suatu anjuran. Al-Maimuni berkata: Aku bertanya pada Abdullah “Kapankah anak itu di’aqiqahi?”. Abdullah menjawab, “Adapun ‘Aisyah telah mengatakan bahwa ‘aqiqah itu dilakukan pada hari ketujuh, hari keempat belas, atau hari ke duapuluh satu.”Imam Malik berkata: Pada zhahirnya, keterikatan pada hari ketujuh itu adalah atas dasar anjuran. Andaikan (pada hari itu tidak dapat dilakukan), maka menyembelih pada hari keempat, kedelapan, atau kesepuluh atau sesudahnya, ‘aqiqah itu telah cukup.

Ringkasnya, jika orang tua mampu menyembelih ‘aqiqah pada hari ketujuh, maka hal itu lebih utama, sesuai dengan perbuatan Nabi saw. Namun jika hal itu menyulitkan, maka diperbolehkan untuk melakukannya pada hari ke berapa saja sebagaimana telah dikatakan Imam Malik. Wa-Llahu a’lam.Demikianlah tulisan ringkas yang dapat kami sampaikan, semoga anak-anak kita yang lahir kemudian di’aqiqahi mendapat rahmat, inayah, serta dilindungi Allah SWT. dari godaan syaitan yang terkutuk dan dimudahkan jalannya dalam menempuh Shiraathal Mustaqim. Aamiin.

MAKNA SEBUAH NAMA

“Apalah arti sebuah nama”, begitulah ungkapan dari Shakespeare yang begitu sering terdengar di masyarakat. Konsekuensinya nama hanyalah sebagai panggilan/identitas yang membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Sehingga seringkali dalam pemberian sebuah nama yang dicari adalah lebih karena keunikannya bukan makna yang terkandung di dalamnya. Namun bagi kami – dan sebagian besar orang Indonesia – nama bermakna doa atau cita-cita. Sehingga setiap panggilan terhadapnya merupakan doa baginya dan setiap mengingat namanya maka mengingatkan akan cita-cita kehadirannya ke dunia.

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

Nabi Muhammad Saw pun pernah mengganti nama yang tidak bagus, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Umar ra: “Sesungguhnya putri Umar diberi nama ‘Ashiyah (yang berdosa), maka Rasulullah saw mengganti namanya dengan Jamilah (cantik).” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sumber: dari sini

Monday, May 4, 2009

PERKEMBANGAN BAYI Bulan PERTAMA

Amati dan cermati perkembangan bayi sejak usia awal kelahirannya. Perkembangan di usia bayi merupakan suatu proses yang terus berjalan. Orangtua akan menemukan ciri-ciri yang khas pada setiap tahap perkembangannya sejak bulan pertama. Cermati bila ada sesuatu yang mencurigakan berdasarkan penjelasan dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini.

Posisi Tubuh
Beberapa minggu setelah lahir posisi tubuh bayi tampak melengkung atau seperti posisi katak. Posisi ini merupakan warisan saat ia berada dalam kandungan yang ruangnya terbatas. Jari-jemari tangannya pun dalam kondisi mengepal. Jika berbaring kepalanya menghadap salah satu sisi.

Perilaku Sosial
Pengalaman pertama bayi berhubungan dengan orang lain ialah saat menatap ibunya kala menyusu. Saat ini bayi bisa merasakan kesan kelembutan dan kehangatan melalui sentuhan kulit dengan ibunya. Lakukanlah stimulasi sesering mungkin sambil beraktivitas. Misalnya sambil menyusui, memandikan, atau saat beraktivitas lainnya.

Gerak refleks
Pada usia awal bayi sering kali menunjukkan gerakan-gerakan secara spontan. Misal, jika telapak kakinya ditekan ia akan menggerakkan badannya, seperti gerakan merayap. Bila telapak tangannya dibuka dan jari kita disentuhkan pada telapak tangannya, langsung ibu jari dan jari lainnya mengepal dan menggenggam. Bayi juga sering menunjukkan sikap terkejut atau kaget dengan merentangkan lengannya atau mungkin menangis.

Motorik Kasar
Begitu lahir, aspek motorik bayi sudah mulai berkembang. Gerakan otot-otot besar pada tangan dan kakinya bergerak sangat aktif. Pada minggu-minggu pertama biasanya bila bayi ditelungkupkan, tampak ia menggoyanggoyangkan kepalanya, paling tidak sekitar 3 detik. Kemudian ia meletakkan kepalanya ke arah satu sisi. Umumnya, dalam waktu 20 hari sampai belum genap usia sebulan, jika tak ada kelainan secara spontan dia akan berusaha mengangkat kepalanya sendiri saat ditelungkupkan.
Jika kepalanya terkulai lemas/tak terangkat saat ditelungkupkan, perlu dicermati sebagai tanda mencurigakan. Kemungkinan ada suatu penyakit yang dideritanya. Gerakan motorik kasar yang seimbang juga bisa dilakukan bayi sejak lahir hingga usia setengah bulan. Ini bisa dilihat dari anggota gerak tangan dan kakinya. Saat kaget, keempat anggota geraknya yang semula dalam posisi menekuk seperti katak, mengalami ekstensi menjadi lurus secara bersamaan.

Emosi
Perkembangan emosi bayi harus terus dipantau mengingat masa ini merupakan dimulainya pembentukan kecerdasan emosi/emotional quotient (EQ). EQ ini memegang peran sangat penting dalam menumbuhkan rasa aman yang selanjutnya memupuk kepribadiannya tumbuh secara positif. EQ juga sangat mendukung pertumbuhan berbagai aspek kecerdasan bayi itu sendiri. Sejak baru lahir bayi sudah dapat menunjukkan emosi pertamanya dalam bentuk tangis dan kerewelan. Dengan cara tersebut bayi mengungkapkan emosi akibat rasa tak nyaman seperti lapar, haus, dan lainnya. Umumnya selama minggu-minggu pertama ia akan sering menangis dan rewel. Tak mudah untuk mengenali apakah emosi bayi terganggu atau tidak. Namun yang penting orangtua berupaya untuk mengenali emosi yang ditunjukkan si kecil. Tanggaplah akan kebutuhannya. Pemenuhan ini selanjutnya akan menumbuhkan rasa percaya (basic trust) terhadap lingkungan terdekatnya. Bila bayi terlihat begitu tenang, jarang menangis meski mengalami ketidaknyamanan, boleh saja bila orangtua mencurigai sesuatu, apakah ada gangguan kinerja otaknya. Untuk memastikannya tentu perlu observasi dan pemeriksaan oleh dokter untuk membantu menemukan masalahnya. Bayi usia-usia awal juga umumnya jarang tersenyum. Apalagi bila kemudian ibu yang membesarkannya pun jarang tersenyum, jarang mengajaknya bercakap-cakap. Bayi kemungkinan juga sulit tersenyum atau sulit mengekspresikan perasaannya lewat suara-suara karena emosi bayi tak terstimulasi dengan baik. Jadi, demi kebaikannya seringlah tersenyum dan mengajaknya bicara di setiap kesempatan, entah saat menyusui, bermain, memakaikan baju, memandikan, dan sebagainya.

Berat & Panjang Badan
Pertumbuhan berat badan sekitar 3,0-4,3 kg. Panjang badan 49,8-54,3 cm,dan lingkar kepala 33-39 cm. Bahasa Usia-usia awal bayi belum bisa berbicara dalam arti "berbahasa" yang sebenarnya. Bahasa yang diungkapkannya berupa tangisan. Ia akan menyatakan rasa lapar, ngantuk, dan rasa tak nyamannya akibat pipis atau cuaca panas lewat tangisan. Karenanya, bayi ingin dipahami dan orang-orang di sekitarnya harus berusaha memahami ekspresinya. Biasanya dalam beberapa minggu, orangtua sudah bisa membedakan tangisan bayinya. Apakah itu tangisan keras karena lapar, tangisan melengking karena kolik, atau tangisan pelan bagai keluhan karena merasa tak nyaman dan ingin dibelai. Meski bayi belum dapat menangkap bahasa orang di sekitarnya, tetapi jangan pernah berhenti untuk selalu mengajaknya bicara, bahkan sejak ia masih dalam kandungan. Awalnya ia akan menangkap suara-suara yang didengarnya. Semakin sering mengajaknya bicara, maka akan semakin banyak hal yang dapat ia tangkap. Dari situ, kemampuan berbahasanya akan berkembang melalui tahapan- tahapan. Bayi yang banyak mendengar, kemampuan berbicaranya lebih cepat terasah karena kemampuan bahasa dan pendengaran saling berkaitan. Dendangkan nyanyian atau perdengarkan lagu-lagu dari tape. Buku-buku bergambar dan dongeng juga baik dibacakan untuk mengenalkan berbagai kosakata. Bahasa yang dominan dipakai akan menjadi bahasa ibu.

Motorik Halus
Gerak motorik halus berkaitan dengan koordinasi mata. Kemampuan penglihatannya masih bereaksi dengan objeknya berupa sinar. Jadi, jika didekatkan pada sinar terang tampak bayi seperti mengerjapkan matanya atau mengerutkan dahinya. Ada juga bayi yang sudah menatap, walaupun hanya sebentar saja. Rangsang bayi dengan objek cahaya, mainan berwarna terang dan menyala seperti merah, kuning, hijau, serta suara-suara. Sekitar usia 1 minggu hingga 1 bulan 2 minggu, diharapkan bayi sudah bisa mengikuti arah objek yang digerakkan ke garis tengah pandang penglihatannya. Untuk memastikannya bisa dengan menaruh mainan berwarna terang di depan matanya sekitar 20 cm. Jika bayi sudah bisa mengikuti arah mainan tersebut pertanda si bayi sudah dapat menangkap lebih banyak yang dilihatnya, tak hanya membedakan gelap dan terang lagi. Hanya saja stimulasi ini perlu dilakukan berulang-ulang. Mulai usia 3 minggu berikan stimulasi dengan cara mengarahkan benda sebagai objeknya dari arah pinggir sampai lewat garis tengah. Diharapkan mata bayi akan mengikuti gerakan benda tersebut.

[Dedeh Kurniasih]

Jangan Bedong Aku !

Siapa pun gemas melihat bayi dalam bungkusan kain bedong. Layaknya sebuah tradisi, membedong bayi pun turun temurun diwariskan dari jaman eyang sampai kini ke cucunya. Tapi nanti dulu, jangan terlalu sering membedong si kecil.

MENGAPA DIBEDONG ?

Siapa pun pasti familiar dengan kegiatan membedong bayi. Merujuk pada situs babycentre.co.uk, membedong alias swaddling ini memang merupakan teknik yang digunakan sejak dulu untuk membuat bayi merasa nyaman dan aman. Membedong bayi juga biasanya lebih membudaya dan umum dilakukan oleh masyarakat timur dibanding barat.

Membedong, dilakukan dengan cara meletakkan bayi di atas selembar kain lalu membungkusnya dari batas bawah leher sampai dengan ujung kaki. Bagian kepala, leher dan kedua tangan tentunya dibiarkan bebas dan tidak ikut dibungkus dalam kain bedong. Ini bertujuan untuk membuat sang bayi mengingat memori dan merasakan kembali suasana saat berada di dalam rahim ibu, karena ketika dibedong, ia akan merasakan lagi suasana hangat tersebut. Ini pun membuatnya merasa nyaman dan aman.

Selain membuatnya merasa aman dan nyaman ketika dibedong, membedong juga akan lebih praktis bagi sang ibu karena bayi yang terbungkus kain ini akan membuat ibu jadi lebih mudah untuk menggendong saat menyusuinya, karena ia tidak akan banyak bergerak.

JANGAN TERLALU SERING

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Begitu juga halnya dengan membedong bayi. Bila sesekali dilakukan, membedong dapat menimbulkan sensasi seperti masih dalam rahim sehingga bayi merasa nyaman, tetapi jika terlalu sering ternyata sisi negatif pun perlu dipertimbangkan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kadriye Yurdakok, MD, Tuna Yavuz, MD dan Carl E Taylor, MD, DrPH dalam American Journal of Public Health "Swaddling and Acute Respiratory Infections", di 93% orangtua di Turki pasti membedong bayinya, dan di Cina, membedong bayi dilakukan tidak hanya pada sebulan pertama usia bayi, tetapi juga pada bulan-bulan berikutnya.

Membedong dengan kain yang terlalu ketat serta sering sekali dilakukan, akan membuat bayi kepanasan (overheated) serta dapat meningkatkan resiko pneumonia dan infeksi saluran pernafasan akut lainnya akibat paru-paru bayi tidak dapat mengembang sempurna ketika ia bernafas. Pada kedua negara tersebut, angka bayi yang meninggal karena pneumonia pun masuk kategori yang cukup mengkhawatirkan, karena di Turki 50.000 bayi meninggal sedangkan di Cina sekitar 300.000 anak meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Bayi yang dibedong selama tiga bulan, memiliki resiko empat kali lebih besar menderita penyakit saluran pernapasan dibandingkan bayi yang tidak dibedong.

Dr. Andreas Liando, Sp.A, dokter spesialis anak dari Omni International Hospital bahkan tidak menyarankan bayi untuk dibedong, terutama bila pembedongan dilakukan sering dan dalam waktu lama. ‘’Untuk menghangatkan bayi, bisa dipakai cara lain selain bedong, seperti memakaikannya baju hangat. Selain bisa membuat bayi kepanasan, bedong juga bisa menghalangi gerak bayi dan stimulasi motorik tumbuh kembang anak,’’ jelasnya.

BUKAN UNTUK MELURUSKAN KAKI

Satu hal lagi yang juga berkembang pada masyarakat dan menjadi salah kaprah adalah bedong dilakukan untuk meluruskan kaki bayi. Kaki bayi yang tampak bengkok sering terjadi karena selama kurang lebih 40 minggu di dalam kandungan, bayi terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi rahim yang terbatas dengan posisi meringkuk. Ini yang menyebabkan ketika baru lahir, kaki bayi seringkali tampak bengkok.

Ketika ditaruh dalam posisi telentang, tubuh bayi pun kerap tidak lurus, tapi menekuk di siku tangan dan lututnya. Kaki bayi yang bengkok sering menjadi hal yang mengkhawatikan dan dianggap dapat diluruskan dengan cara membedongnya rapat dengan kain.

Padahal sesuai umur bayi, pada usia beberapa bulan kaki bayi akan lurus dan normal dengan sendirinya, kendati ia tidak dibedong sekali pun. Umumnya, setelah usia 5-6 bulan posisinya mulai tidur lurus ‘’Bedong sama sekali tidak ada hubungannya dengan meluruskan kaki bayi,’’ tegas Dr. Andreas. Yang jelas, bila membedong malahan membuatnya terganggu, biarkan ia lepas dari ‘kungkungan’. PG.

BILA HARUS MEMBEDONG

Bila bayi benar-benar harus dibedong, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:
· Suhu udara dingin dan baju hangat tidak cukup membuatnya merasa nyaman.
· Bayi tampak gelisah dan susah tidur karena pergerakan tangan dan kakinya sendiri.
· Satu hal lagi yang juga harus diperhatikan adalah pilih kain bedong yang tidak terlalu tebal tetapi hangat, misalnya flanel.
· Sering-seringlah mengecek kain bedong, mengingat bayi sering sekali mengompol. Ganti segera bila bedong basah.
· Bila berniat membungkusnya dengan kain bedong, kenakan baju dari bahan yang tipis saja.

STOP MEMBEDONGNYA BILA...

Dibedong pada awalnya mungkin membuatnya merasa nyaman, tapi bila sering-sering dan lama, malahan akan mengganggunya. Bebaskan si kecil dari bedongnya bila:
· Bayi sudah berusia lebih dari sebulan. Membedongnya terlalu lama dapat membuat perkembangan fisiknya terhambat.
· Ia menendang-nendang kain dan mencoba berontak. Ini artinya ia merasa tidak nyaman, alias berkata ‘’Mamaaa..lepaskan aku !’’
· Udara panas. Menurut Warren Guntheroth, profesor pediatrik yang juga seorang ahli SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) di University of Washington, Seattle, bayi yang kepanasan karena suhu ruangan ataupun terbungkus rapat dalam kain atau selimut beresiko tinggi terkena SIDS)

sumber: dari sini