Showing posts with label [Anak] Artikel. Show all posts
Showing posts with label [Anak] Artikel. Show all posts

Friday, July 3, 2009

HEWAN PELIHARAAN UNTUK ANAK

Ada banyak hal positif jika kita memelihara hewan. Selain itu juga terdapat beberapa hal penting yang perlu dipikirkan. Berikut ini 10 hal yang akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih realistis.

1. Tipe Hewan

Tipe hewan peliharaan untuk anak tergantung pada hal-hal berikut:

  • umur anak. Anak berumur 2 tahun kemungkinan tidak dapat menangani hewan peliharaan dengan lembut dan pasti tidak dapat merawat hewan
  • biaya. Tidak hanya untuk membeli tapi juga untuk perawatan harian
  • ukuran. Seberapa besar ruangan yang diperlukan?
  • waktu. Berapa banyak waktu yang harus disediakan keluarga untuk sang hewan?
  • keamanan. Apakah keluarga akan aman dari hewan peliharaan, dan sebaliknya?
  • pengaruh ke lingkungan. Apakah dampak bagi keluarga, teman-teman, tetangga dan hewan lain di rumah Anda?
  • liburan. Bagaimana hewan peliharaan akan dirawat selama keluarga berlibur?
  • kematian. Apakah keluarga Anda dapat mengatasi saat hewan peliharaan mati?
  • kebiasaan hewan. Ada yang tidur hampir sepanjang hari. Hamster bisa sangat berisik di malam hari

2. Umur Anak

Pada banyak kasus, adalah bijaksana membeli hamster untuk anak berumur 2 tahun yang masih beradaptasi dengan sekelilingnya dan mungkin tidak tahu atau tidak bisa menangani hewan dengan lembut.

Anda ingin memberi tanggung jawab pada anak dalam merawat hewan? Beberapa anak sangat bertanggung jawab dan akan mampu memanajemen ini.
Pertama, Anda perlu membantu anak, karena merawat hewan peliharaan adalah tugas yang besar. Anda perlu selalu mengawasi perawatannya.

Sebagai orangtua, Anda perlu memutuskan apakah anak Anda cukup tua untuk menangani dan merawat hewan. Berapa kali dalam setahun Anda akan merawat hewan peliharaan karena anak-anak sibuk dengan teman-temannya, rekreasi sekolah, dibanjiri PR atau sekedar bosan.

3. Biaya

Beberapa hewan peliharaan sangat murah dibeli seperti hamster, guinea pig, gerbil, fancy rat, fancy mouse, ikan mas koki, kelinci atau bahkan ferret (sejenis musang).
Anda masih perlu mempertimbangkan:

  • kandang. Bisa sangat mahal jika melihat ukuran kandang yang kebanyakan dibutuhkan hewan peliharaan. Faktanya, mereka membutuhkan kandang terbesar yang bisa Anda sediakan
  • biaya makanan per minggu
  • tempat tidur
  • biaya dokter hewan
  • perawatan liburan. Anda tentu perlu membayar ini jika tak dapat menyerahkannya pada teman atau keluarga

Hewan peliharaan yang lebih besar seperti kambing, anjing dan kucing harga belinya jauh lebih mahal.
Anda perlu mempertimbangkan:

  • tempat tidur dan kandang (jika membeli)
  • tali kekang untuk anjing
  • biaya makanan
  • biaya dokter hewan
  • mainan
  • perawatan liburan
  • perawatan kutu

4. Ruang

Bahkan hewan peliharaan yang kecil seperti guinea pig, fancy rat dan ferret
membutuhkan kandang besar agar bahagia. Hewan-hewan ini juga membutuhkan ruang olahraga di luar kandang.

Kucing dan anjing membutuhkan ruang yang sangat kecil.
Anjing membutuhkan sebuah taman berukuran cukup untuk berolahraga.

5. Waktu

Untuk hewan peliharaan yang lebih kecil, Anda perlu mengeluarkannya dari kandang dan menangani sekurangnya 2 jam sehari.

Anda memiliki waktu untuk memandikan peliharaan minimal 1 atau 2 kali seminggu, atau bahkan setiap hari?
Beberapa hewan peliharaan membutuhkan toilet kandangnya dibersihkan lebih sering untuk mencegah bau tak sedap dari hewan dan kandangnya.
tempat makan dan minum perlu dibersihkan dan diisi setiap hari.

Anda bisa mengajak anjing jalan-jalan minimal 1 kali sehari? Tergantung jenisnya, beberapa jenis butuh lebih banyak lagi.
Anda mampu menjaga hewan peliharaan selama bertahun-tahun hidupnya? (18 bulan - 2 tahun untuk tikus dan hingga 15 tahun untuk anjing)

Jika seharian Anda bekerja dan anak-anak di sekolah, hewan peliharaan Anda akan membutuhkan dan meminta perhatian saat Anda kembali ke rumah.

6. Keamanan Keluarga dan Hewan Peliharaan

Anda perlu selalu memastikan keamanan anak-anak Anda saat mereka menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan mana pun. Bahkan hewan kecil dapat menggigit dan meninggalkan bekas luka.

Anjing seharusnya tidak ditinggalkan bersama anak-anak karena mereka sukar ditebak. Walaupun anjing penurut akan menggigit bahkan menyerang anak jika ia kesakitan atau takut. Ini jarang namun bisa terjadi.

Anda juga perlu memastikan keamanan hewan peliharaan Anda. Apakah anak-anak dapat menangani si hewan dengan aman tanpa menyakitinya.

Apakah hewan peliharaan Anda aman dengan hewan lain di rumah?

Jika Anda memiliki anak kecil dan seekor anjing, Anda harus memastikan anjing tidak dapat melarikan diri karena pintu yang tidak sengaja terbuka.

Jika Anda memiliki anjing, Anda perlu memastikan keamanan tamu.

Pastikan saat hewan peliharaan memiliki waktu bebas di luar kandang:

  • hewan peliharaan lain tidak dapat menyakitinya
  • ia tidak dapat mengunyah alat listrik
  • ia tak dapat jatuh ke dalam toilet atau bak mandi
  • ia tak dapat melarikan diri melewati celah di dinding atau lantai
  • ia tak dapat keluar tanpa pengawasan

7. Dampak pada Keluarga dan Tetangga

Seluruh keluarga harus setuju jika akan memiliki hewan peliharaan. Hewan peliharaan bisa sangat berisik dan berantakan yang berdampak pada kehidupan keluarga.

Nenek yang menderita alergi terhadap binatang tidak akan bisa mengunjungi keluarga Anda lagi.

Jika Anda memiliki anjing, ia akan menggonggong saat Anda meninggalkannya dan ini akan mengganggu tetangga. Bagaimana jika tetangga Anda mendapatkan kotoran kucing Anda di kebunnya?

Anda perlu menjaga halaman bebas dari kotoran anjing untuk memastikannya tidak berbau.

8. Perawatan Liburan

Anda memiliki keluarga atau teman yang dapat merawat hewan peliharaan Anda selama bepergian? Jika tidak, Anda harus membayar untuk perawatan hewan tersebut. Ini bisa jadi mahal untuk kucing, anjing dan hewan yang lebih besar. Bahkan bagi hewan yang kecil pun bisa mahal.

9. Kehilangan

Beberapa anak sangat sensitif dan bingung saat hewan kesayangannya mati atau hilang. Terutama jika mati karena kecelakaan atau sakit. Bagaimana Anda mengatasi ini?

Anak-anak akan berduka-cita. Berduka cita adalah bagian yang sehat dari reaksi kehilangan. Kita dapat menderita kehilangan setiap hari dalam hal kecil, misalnya: tidak mendapatkan yang kita inginkan, ini menyebabkan reaksi kehilangan dan bagian dari penyembuhannya adalah berduka cita. Jika anak Anda atau anggota keluarga lain berjuang dalam duka cita, maka perhatikan hal berikut dan lihat apakah hal ini terjadi. Proses berduka cita memiliki 7 tahap. Anggota keluarga Anda mungkin tidak melaluinya secara urut atau menghabiskan banyak waktu pada salah satunya.

Tahapan itu adalah: terkejut, menyangkal, bersalah, marah, tawar-menawar dengan depresi, menerima.

Anak Anda mungkin ingin hewan lain, ini disebut tawar-menawar dan merupakan salah satu tahapan melalui proses berduka cita.

Jika anak Anda tak dapat memiliki hewan peliharaan yang lain, pecahkan rasa kehilangan yang tersembunyi akibat kematian hewan peliharaannya. Bisa jadi ada kehilangan harga diri atau kehilangan teman satu-satunya.

Dengan bercakap-cakap, coba temukan bagaimana perasaan anak dan bantu mereka untuk mengatasi rasa kehilangan hingga bisa menerima dengan membuat beberapa penawaran yang sehat.

Dapatkah anak Anda meraih kembali harga diri dengan cara lain? Mungkin membantu dengan hewan peliharaan teman.

Bagi sebagian anak, mungkin pemakaman akan membantu, sehingga mereka bisa mengucapkan selamat tinggal dengan selayaknya.

10. Hewan Peliharaan SANGAT BAIK untuk Anak

Kebanyakan hewan peliharaan sangat menyenangkan. Mereka sering menjadi teman yang baik bagi anak terutama jika anak sendirian.

Anak autis mengalami banyak perubahan setelah menjaga seekor hewan peliharaan. Ia mendapatkan beberapa permainan imajinatif, mungkin karena sang anak berbicara dengan hewan peliharaannya. Tentu orangtua perlu mengawasi mereka bermain.

Anak-anak dapat belajar banyak dari merawat dan memliki hewan peliharaan bahkan saat hewan tersebut hilang secara alami.

Anjing dapat membuat keluarga berolahraga dengan mengajak jalan-jalan.

Semua anak cinta pada hewan peliharaannya.

Sumber: http://EzineArticles.com

MEMBELI HEWAN PELIHARAAN PERTAMA UNTUK ANAK

Menjaga hewan peliharaan adalah sebuah pendidikan, cara yang menyenangkan untuk mengenalkan anak pada tanggung jawab. Kuncinya adalah memilih hewan yang tepat untuk kemampuan, usia dan minat anak serta apa yang akan Anda beri toleransi di dalam rumah.

1. tunggu hingga anak menunjukkan ketertarikan memiliki hewan peliharaan

Jika Anda membawa sesuatu ke rumah untuk mereka sebelum mereka menyebutkannya, kemungkinan besar mereka tidak tertarik dan Anda hanya memberi diri sendiri seekor hewan untuk dirawat.

2. Diskusikan dengan anak memilih hewan apa

Jika Anda tidak bersedia memiliki hewan tertentu, pastikan Anda menyediakan beberapa saran alternatif.

3. Riset kemungkinan-kemungkinan yang berbeda bersama anak
Perpustakaan umum memiliki ratusan buku perawatan hewan. Untuk publikasi terbaru, cari bagian hewan peliharaan di toko buku.

4. Baca tentang hewan yang dipilih sebelum membelinya

Mungkin terdapat bagian yang rumit dalam perawatan dan pemberian makannya yang tidak Anda sadari sebelumnya.

5. Buatlah batasan dan aturan untuk perawatan hewan terlebih dahulu
Jelaskan keinginan Anda hingga dapat dipastikan mereka mengerti.

6. Diskusikan anggaran Anda sebelum pergi ke toko

Ada banyak benda lucu untuk hewan peliharaan dimana anak Anda yang bersemangat ingin membeli semuanya.

7. Periksa kondisi hewan di toko:

  • siapakah semua hewan yang dijual tampak sehat?
  • apakah mereka aktif, makan dan minum?
  • apakah mata mereka bersih dan bersinar?
  • apakah kandangnya bersih dan bebas dari kotoran?

8. Tinggalkan toko dan coba tempat lain jika Anda melihat adanya tanda sakit atau kurang perawatan

Anak Anda akan protes. Ini adalah momen besar baginya dan dia ingin membeli sesuatu saat itu juga.

9. Jelaskan bahwa toko tersebut memiliki hewan sakit dan kalian akan segera pergi ke toko lain yang memiliki hewan yang bahagia dan sehat.

10. Sebaiknya jangan pergi ke toko hewan tradisional

Dimana hewan-hewan mungkin tidak mendapatkan pelatihan dan perawatan yang layak. Hewan tersebut juga bisa lebih sulit untuk dilatih di rumah (mereka harus di kandangnya).

Selidiki tipe hewan yang Anda cari dan temukan pengembang biak yang bereputasi atau pertimbangkan untuk mengadopsi seekor hewan dari perlindungan hewan di wilayah Anda.

11. Biarkan anak memilih sendiri hewan dan aksesoris yang sesuai
Sebagai orangtua, Anda selalu memiliki hak veto untuk hal yang Anda anggap terlalu mahal atau tidak sesuai, tapi jangan lupa ini adalah hewan peliharaannya.

12. Bantu mengatur semuanya

Segera sesampainya di rumah, dan pastikan kandang (jika ada) tersusun dengan benar.

13. Nikmati

Saat melihat langkah pertama anak Anda tumbuh dan mempelajari keahlian baru.

Tips

  • lakukan sendiri riset toko hewan
  • berikan cukup alasan tentang apa yang sesuai untuk umur dan kepribadian anak. Seorang anak berumur 6 tahun mungkin ingin beo warna terang yang bisa berbicara, namun perawatan dan penanganan burung ini sangat sulit, bahkan bagi pemilik hewan yang berpengalaman. Ingatlah kebutuhan hidup hewan saat memutuskan hewan peliharaan untuk anak Anda
  • Jika mungkin, sehari sebelum Anda mendapatkan hewan peliharaan beli keperluan seperti tempat tidur, kandang, tempat sampah dan mainan

Perhatian

  • selalu buka kemungkinan bahwa anak Anda bisa kehilangan ketertarikannya dengan hewan apapun yang dipilih, tak peduli betapa antusiasnya ia di awal
  • Jika tujuan Anda untuk mengajarkan mereka tanggung jawab, pastikan Anda sendiri bertanggung jawab. Mencari rumah baru atau perlindungan hewan saat anak kehilangan ketertarikan mengajarkan mereka bahwa tanggung jawab hilang saat ia memutuskan sudah bosan
  • Jika seluruh keluarga tak bersedia memastikan hewan baru akan terawat sepanjang hidupnya, berikan anak Anda tanaman atau hewan peliharaan virtual sebagai gantinya

Sumber: http://www.wikihow.com

MANFAAT DONGENG


Membacakan cerita atau dongeng pada anak adalah salah satu cara berkomunikasi dengan si kecil, melalui cerita anda dapat menyampaikan pesan-pesan moral baik yang secara umum maupun yang ingin anda selipkan. Berikut ini adalah beberapa manfaat lain mendongeng yang ternyata sepadan dengan usaha anda meluangkan satu jam ekstra untuk duduk dan berkonsentrasi dengan si kecil.

Memperkenalkan Bentuk Emosi

Setiap cerita tentu punya tokoh-tokoh atau karakternya masing-masing, jadi anda perlu tahu isi cerita sebelumnya sehingga pada saat cerita anda dapat memberikan penekanan pada dialog dan ekspresi. Pada saat alur cerita memasuki konflik anda bisa jelaskan lebih panjang mengenai emosi yang dirasakan tokoh cerita. Mengenal berbagai emosi terutama emosi negatif bisa membantu balita anda yang memiliki masalah agresifitas. Selain itu bisa mengajarinya untuk berempati kepada teman maupun kepada anda.

Mempererat Ikatan Batin

Mendongeng adalah trik terbaik memberikan waktu yang berkualitas bagi para ayah dan ibu bekerja, dengan kesibukan yang tinggi anda tidak akan punya waktu untuk bermain-main dengannya maka pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin sehingga saat-saat mendongeng adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu bagi anak.

Memperluas Kosakata

Sama seperti anak sekolah, semakin banyak baca maka kita akan semakin banyak tahu, bahkan anda bisa memanfaatkannya untuk memperkenalkan kosa kata asing padanya, itu bisa membantunya saat ia masuk sekolah bukan?

Merangsang Daya Imajinasi

Sekali waktu cobalah anda membuat cerita tanpa panduan buku dan biarkan si kecil anda melanjutkan cerita berdasarkan imajinasinya sendiri, anda boleh menanyakan dunia itu juga padanya, bertanyalah sevariatif mungkin sehingga ia semakin terbiasa berimajinasi, semakin berimajinasi semakin kreatif pulalah balita anda.

Sumber: http://www.bayisehat.com

Cara memilih STROLLER

Stroller merupakan alat bagi Anda untuk membawa si kecil keliling dunia. Bagaimana cara memilihnya?

Jaman sekarang, kereta dorong bayi atau stroller, sudah merupakan salah satu perlengkapan yang wajib dipunyai oleh pasangan muda. Di toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi, Anda akan melihat 1001 jenis kereta dorong atau stroller. Bukan hanya variasi warnanya yang begitu beragam, tapi juga bentuk atau modelnya. Masing-masing menawarkan beberapa fitur berbeda dan harga yang barvariasi pula.

Tiga Kelompok

Namun, dari berjuta ragam stroller yang tersedia di pasaran, itu semua sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni stroller biasa, stroller untuk anak kembar, dan yang kini mulai nge-trend adalah stroller untuk para jogger alias mereka yang biasa dan gemar membawa bayinya untuk ikut jogging.

1. Stroller Biasa

Kelompok ini mencakup semua jenis stroller yang memang dirancang dan difungsikan untuk membawa seorang bayi atau anak balita. Sebab, ada kelompok stroller lain yang memang dibuat khusus untuk membawa anak kembar. Stroller tunggal ini sendiri, bisa dikelompokkan lagi berdasarkan fungsinya:

  • universal, yakni bisa digunakan sebagai kereta dorong biasa, dan bisa pula dilepas sehingga berfungsi sebagai car seat
  • berpasangan dengan car seat. Stroller jenis ini dibuat sepasang dengan car seat yang sangat mirip, baik model maupun warnanya. Jadi, Anda dapat dengan leluasa memindahkan si kecil dari dalam car seat ke dalam stroller, atau sebaliknya. Kedua jenis ini, baik yang universal maupun yang berpasangan dengan car seat, cocok bagi Anda yang sering bepergian
  • fungsi tunggal, yakni hanya berfungsi sebagai stroller saja, dan tidak dapat digunakan sebagai car seat

2. Stroller untuk Anak kembar

Sesuai dengan fungsinya, stroller ini ada 2 jenis, yakni:

  • dudukan saling bersebelahan, khususnya untuk kembar 2
  • dudukan berderet ke belakang, baik untuk kembar 2 maupun lebih

3. Stroller untuk Jogging

Stroller untuk membawa Si Kecil berolahraga (jogging) memiliki ciri khas rodanya berukuran lebih besar dan berbentuk mirip roda sepeda. Ciri khas lainnya adalah bentuknya lebih langsing atau lebih streamline dibandingkan stroller biasa, karena bentuk yang langsing ini memang dirancang untuk memperkecil terjadinya gesekan udara pada saat digunakan.

Cara Memilih

Untuk mengurangi rasa bingung Anda, kami berikan cara yang akan memudahkan Anda menentukan pilihan yang pas:

  • ukuran dan berat. Stroller sangat bervariasi beratnya, ada yang ringan, sedang, dan berat. Apabila Anda termasuk ibu yang aktif, maka sebaiknya pilihlah yang ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya tergolong ringan sampai sedang. Juga, pilihlah yang ukurannya rodanya tidak terlampau besar, karena salah-salah roda stroller Anda setiap kali akan tersangkut pada deretan rak baju ketika Anda mengajak Si Kecil berbelanja di mall! Sebaliknya, kalau Anda tidak terlalu banyak bepergian, stroller yang kokoh dan sedikit agak berat, tidak akan jadi masalah bagi Anda
  • penampilan. Sebaiknya tidak memilih stroller yang berpenampilan terlalu cantik, misalnya yang seluruhnya berwarna merah muda dengan renda-renda, sementara Anda belum yakin dengan jenis kelamin janin Anda. Dan juga, siapa tahu kelak anak Anda berikutnya adalah laki-laki! Jadi, untuk pemakaian jangka panjang, pilihlah yang penampilannya netral, bisa untuk Si Upik maupun Si Buyung
  • sistem pengaman. Kebanyakan stroller memiliki 3 sabuk atau sistem pengaman yang mengikatkan tubuh si kecil pada stroller. Akan tetapi, pada bayi atau anak balita yang tergolong sangat aktif, 3 sistem pengaman itu kurang memadai. Nah, kalau si kecil Anda tergolong anak yang sangat akif, sebaiknya Anda memilih stroller yang menyediakan 5 sabuk atau sistem pengaman, sehingga apa pun ?polah? si kecil, dia akan terjamin aman melekat pada stroller-nya
  • bel dan penutup. Beberapa produsen stroller menyediakan beraneka perlengkapan tambahan yang dapat dibeli bebas. Misalnya, bel atau peluit, mainan yang dapat digantung atau dipasang di depan, penutup (cap), bahkan penutup menyeluruh yang terbuat dari plastik tembus pandang. Belilah berbagai perlengkapan tambahan itu sesuai kebutuhan, dan jangan tergiur hanya oleh penampilannya yang menggemaskan

Sri Lestariningsih

Sumber: http://www.ayahbunda-online.com

TIPS MEMULAI TOILET TRAINING

Melatih si kecil toilet training pada saat yang tepat, memang butuh kesabaran, Berikut ini tips memulai toilet training agar berhasil:

1. Gunakan kursi jamban di lantai

Kursi jamban lebih aman bagi anak-anak, karena kakinya menapak lantai, sehingga orangtua tidak perlu kawatir si kecil terjatuh.

Jika memutuskan meletakkan kursi jamban di atas kloset, gunakan sandaran kaki untuk pijakan si kecil.

2. Anak harus diperbolehkan menggunakan kursi jambannya untuk mainan

Duduk di atasnya dengan pakaian lengkap dan bagian bawah terbuka. Dengan cara itulah dia bisa membiasakan diri menggunakan kursi jambannya.

3. Jangan mengikat si kecil di kursi jamban

4. Awali dengan latihan BAB dulu

Sebab anak-anak lebih bisa belajar pergi ke kursi jamban untuk BAB sebelum BAK.

5. Gunakan kata-kata khusus untuk BAB dan BAK

Misalnya pipis dan eek. Dengan begitu, si kecil akan menghafal dan menggunakannya untuk memberitahu saat ia ingin BAK atau BAB.

6. Hindari menggunakan kata-kata negatif

Seperti kotor, nakal, busuk/pesing untuk istilah yang terkait dengan BAB/BAK. Juga, gunakan nada yang biasa saat bicara tentang BAB/BAK.

7. Tenang saja jika si kecil turun dari kursi jamban sebelum BAB/BAK

Jangan tunjukkan kejengkelan. Coba lagi nanti. Jika berhasil menggunakan kursi jambannya dengan benar, berikan pujian/hadiah dalam bentuk senyuman, pelukan atau tepuk tangan pelan.

8. Anak-anak belajar dari meniru

Akan membantu jika si kecil duduk di kursi jambannya saat Anda menggunakan toilet.

9. Anak-anak sering mengikuti orangtua ke kamar mandi

Ini mungkin tanda bahwa anak sudah mau menggunakan kursi jambannya.

10. Sejak awal, ajari si kecil BAK sambil duduk/jongkok

Sebab, sulit bagi anak untuk mengendalikan otot-otot sistem perkemihan dengan berdiri. Anak lelaki akan berusaha berdiri untuk BAK ketika melihat anak lelaki lain BAK sambil berdiri.

Sumber: Bunda edisi 256

CADEL TIDAK HILANG SENDIRI

Ada beragam variasi cadel pada anak. Ada yang menyebut “r” jadi “l”, “k” jadi “t”, “k” jadi “d”, atau “s” dengan “t” sering terbalik-balik. Tetapi tiap anak variasinya berbeda-beda. Jadi yang dimaksud dengan cadel adalah kesalahan dalam pengucapan.

Memang, semestinya pada rentang usia prasekolah, anak sudah bisa mengucapkan seluruh konsonan dengan baik. Sebab menginjak usia 3-4 tahun, otot-otot lidahnya mulai matang. Hanya saja, perkembangan setiap anak berbeda. Jadi wajar meski usianya sama, tapi masih ada anak yang cadel.

Sayangnya, cukup sulit mendeteksi, apakah kecadelan di usia 3-5 tahun akan berlanjut terus atau tidak. Karena menyangkut sistem saraf otak yang mengatur fungsi bahasa, yakni area broca yang mengatur koordinasi alat-alat vokal dan area wernicke untuk pemahaman terhadap kata-kata.

Kerusakan pada area broca disebut motor aphasiam yang membuat anak lambat bicara dan pengucapannya tak sempurna sehingga sulit dimengerti. Sedangkan kerusakan pada area wernicke disebut sensori aphasia dimana anak dapat berkata-kata tapi sulit dipahami orang lain dan dia pun sulit untuk mengerti kata-kata orang lain.

Tak hanya itu, kesulitan mendeteksi juga disebabkan pada rentang usia 3-5 tahun, kemampuan anak masih berkembang. Artinya, dia sedang dalam proses belajar berbicara. Ia tengah berada pada fase mulai menyesuaikan, mulai menambah perbendaharaan kata, meningkatkan pemahaman mengenai bahasa dan perkembangan makna kata. Termasuk juga penguasaan konsonan.

Kendati demikian, orangtua sebaiknya tidak membiarkan kecadelan anaknya, karena semakin lama akan semakin sulit diluruskan, sehingga bisa jadi si anak akan terus berada dalam kecadelannya. Apalagi, cadel tak akan hilang secara otomatis meski kadar keseringannya berkurang. Jadi, berikanlah stimulasi agar cadelnya tak berkelanjutan.

Bila cadel dibiarkan, maka di usia sekolah nanti, dapat menyebabkan anak merasa berbeda dengan teman-temannya. Buntutnya, anak menjadi malu dan merasa asing dari orang lain. Bisa-bisa ia tak mau bila disuruh berbicara di depan kelas karena takut ditertawakan teman-temannya. Akibatnya, anak jadi minder dan menarik diri. Terakhir, rasa minder itu akan mempengaruhi self esteem atau harga diri si anak, yang dapat berlanjut ke konsep diri. Bila sampai terjadi seperti itu, tugas orangtualah untuk membangunkan harga diri anak agar ia tak minder. Caranya dengan menonjolkan kelebihan si anak sehingga dia tetap percaya diri.

4 PENYEBAB CADEL & CARA MENGATASINYA

1. Kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah

Kemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna, sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti R, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.

Cara mengatasi:

Orangtua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orangtua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa, apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerjasama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.

2. Kelainan fisiologis

Cadel yang disebabkan kelainan fisiologis, jumlahnya sangat sedikit. Penyebabnya dibedakan menjadi 3 yakni:
* Gangguan pada bagian pendengaran
Gangguan ini dapat berupa adanya kerusakan atau ketidaksempurnaan pada organ-organ yang terdapat di telinga, sehingga bisa mempengaruhi pendengaran. Akibatnya, informasi yang diperoleh tidak lengkap sehingga berdampak pada daya tangkap dan tentunya juga mempengaruhi kemampuan berbicaranya.
* Gangguan pada otak
Ada beragam yang dapat dikategorikan sebagai gangguan pada otak. Diantaranya adalah perkembangan yang terlambat, atau karena penyakit yang diderita seperti radang selaput otak, atau kejang terus-menerus. Beragam gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak sehingga berdampak pada gangguan bicara. Salah satunya adalah cadel.
* Gangguan di wilayah mulut
Gangguan ini disebabkan adanya kelainan pada organ-organ di mulut (langit-langit, lidah, bibir, rahang, dan lain-lain). Misal, bibir sumbing, langit-langitnya terlalu tinggi, lidah yang terlalu pendek, rahang yang terlalu lebar, terlalu sempit, atau memiliki bentuk yang tidak proporsional. Namun umumnya kelainan pada organ mulut ini sangat jarang terjadi.
Cara mengatasi:
Kelainan fisiologis dapat diatasi, tergantung berat ringan penyebabnya. Umumnya bila penyebabnya termasuk katagori berat, maksudnya penyakitnya tak dapat disembuhkan atau kelainan organnya tak dapat dikoreksi, maka bisa menjadi cadel yang menetap. Namun bila tergolong ringan, maka cadelnya tidak menetap.

3. Faktor lingkungan
Misal, karena meniru orangtuanya. Banyak orangtua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. “Jangan naik pagel (pagar, Red).” Akibatnya, malah bisa membuat anak jadi terkondisi untuk terus bicara cadel. Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orangtua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir, itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan. Begitu juga jika ayah atau ibunya cadel (sungguhan). Kemungkinan, anak tak pernah mendengar dan belajar bagaimana seharusnya mengucapkan konsonan tertentu.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menghentikan kebiasan berkata cadel dan melakukan koreksi. Amati dengan jeli. Contoh, bila hari ini bisa namun keesokan harinya tidak bisa, maka tugas orangtua segera mengoreksi dengan menyebutkan yang sebenarnya. Mintalah kepada anak untuk mengulanginya beberapa kali. Namun, jangan memaksa. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orangtua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.

4. Faktor psikologis
Contoh, untuk menarik perhatian orangtuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti gaya berbicara adiknya.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menunjukkan bahwa perhatian kepadanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orangtua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.

MENCEGAH CADEL

Demi menghindari timbulnya cadel, rajin-rajinlah memberikan stimulasi pengucapan yang benar. Paling lambat saat anak berusia 2 tahun. Jangan gunakan bahasa dengan pengucapan yang cadel. Jangan mengganti bunyi “s” dengan “c” atau “r” dengan “l”, dan lain-lain.

Jangan pula menghilangkan konsonan tertentu dalam berbicara. Ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh orang dewasa dengan alasan memudahkan. Yang paling sering adalah konsonan “R”, semisal “pergi” jadi “pegi” atau “es krim” jadi “ekim”.

Sumber: http://pembelajaran-anak.blogspot.com

MAINAN ANAK 2-3 TAHUN

Kemampuan anak semakin matang. Kegiatan sebelumnya tetap mengasyikkan buat si kecil. Selanjutnya, Anda dapat menambahkan stimulan dengan:

  • aktivitas bersama. Membaca buku bersama, mengerjakan pekerjaan rumah, berolahraga, dll
  • menulis di pasir. Berikan batang kayu sebagai alatnya
  • membuat gelembung sabun. Biarkan anak yang mengocok air sabunnya dengan pengocok telur
  • playdough. Ajari anak cara membuat bulatan, lempengan, gulungan, dan mulailah menyusun
  • menggunting. Berikan kertas bekas daun atau bahan lainnya dengan berbagai ketebalan
  • menggambar bentuk. Mulailah dengan mengajarkan menggambar lingkaran, kemudian tambahkan mata dan senyum, lalu lanjutkan dengan bentuk-bentuk lain yang sederhana, sudah dikenal dan menarik bagi anak
  • melompat. Alangkah menyenangkannya aktivitas ini. Anda bisa menyediakan halangan kecil untuk dilompati atau sekedar membiarkannya berlompatan di atas ranjang
  • berdiri dengan 1 kaki. Dia bisa melakukannya untuk beberapa detik
  • bercerita. Bimbinglah anak bercerita pada orang di sekitarnya tentang hal-hal yang baru saja dialaminya. Yang sederhana seperti sarapan paginya, atau yang istimewa seperti acara jalan-jalan dan berliburnya
  • kenalkan arah. Kanan, kiri, atas, bawah, depan dan belakang. Anda bisa mengajarkannya setiap saat. Saat menunjukkan tempat mainan yang dicarinya, saat menyusuri jalan dll
  • rumah-rumahan. Anda bisa menggunakan kolong meja atau sprei yang dijadikan tenda. Lengkapi dengan perabotan tiruan untuk memperkaya imajinasinya
  • berhitung. Perkenalkan angka 1-5. Jika ia mampu menyebutkan secara urut dan mengenali tiap lambangnya, Anda bisa melanjutkan hingga 10
  • meronce. Sediakan aneka bentuk dan warna dan beritahu cara memasukkan benang ke lubang masing-masing benda tersebut
  • bermain dengan teman. Si kecil menunjukkan minatnya pada anak lain. Dia menjadi lebih kooperatif dalam bermain dengan anak lainnya. Dia menyukai bermain dengan mereka. Ajarkan cara berbagi, bergiliran, meminjam barang dan bermain bersama
  • mengenali jenis kelamin. Sampaikan padanya apakah dia laki-laki/ perempuan, bagaimana cara mengenali seseorang laki-laki/ perempuan. Anda bisa memulianya dengan memperkenalkan sebutan yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Misalnya ada ayah dan ibu, kakek dan nenek, om dan tante dll
  • sepeda roda 3. Dia sudah dapat mengayuh di usia ini

Bahan Pendukung: http://yudhistira31.wordpress.com

MAINAN ANAK 1-2 TAHUN

si Kecil mulai berusaha menjadi individu yang mandiri. Ia semakin terampil berjalan sendiri, bahkan selalu mencoba mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Tetaplah kreatif menggunakan mainan yang sudah ada untuk membantu si kecil memulai langkah pertamanya, mengungkapkan kata pertamanya, mengenal bentuk dan warna serta belajar membuat sesuatu.

Mainan tambahan untuk usia ini dapat berupa:

  • aneka puzzle. Mulailah dari yang sangat sederhana, misalnya hanya terdiri dari 4 potong puzzle. Jika ia telah menguasainya Anda dapat memberinya puzzle yang lebih banyak jumlah potongannya
  • arena panjat mini. Mainan ini memberi kesempatan anak memanjat, menaiki tangga, meluncur dengan aman sesuai bentuk dan tinggi tubuhnya
  • kanvas besar. Keinginan anak mencoret-coret menggunakan krayon dalam genggamannya semakin besar. Anda dapat menempelkan kertas di lantai atau dinding dan memberi kesempatan padanya untuk mencoret-coret sesuka hatinya
  • kendaraan yang dapat ditumpangi. Menaiki kendaraan yang dapat bergerak menjadi pengalaman mengasyikkan si kecil Anda. Di usia ini, anak memang belum bisa diharapkan mengayuh kendaraannya sendiri. Ia memerlukan bantuan Anda untuk mendorong
  • finger paint. Biarkan anak berekspresi dengan tangannya. Ada banyak bahan yang bisa digunakan, bahkan makanan seperti es krim :)
  • bergerak mengikuti suatu irama/hitungan. Ajaklah si kecil bertepuk tangan, menggeleng, berputar, melompat dll secara teratur mengikuti irama
  • menyebutkan nama benda. Ejakan nama tiap-tiap benda per suku kata agar anak dapat mengikuti. Sertai dengan ekspresi lucu dan khas untuk masing-masing benda agar mudah diingat dan suasana belajar jadi menyenangkan. Misalnya, “ini mo-bil, brum-brum”
  • klasifikasi. Libatkan anak saat membereskan mainan atau mengangkat cucian untuk mengenal klasifikasi jenis benda, warna, fungsi dll
  • ketrampilan tangan. Beri anak aneka kertas bekas untuk semakin trampil meremas, menyobek, menjepit dll

Bahan Pendukung: http://yudhistira31.wordpress.com, http://www.kafebalita.com