Showing posts with label [Bayi] 12 Bulan. Show all posts
Showing posts with label [Bayi] 12 Bulan. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

Beberapa sebab anak terlambat berbicara

Sukses menjalani kehamilan, seorang ibu berhadapan dengan proses melahirkan. Setelah itu dia akan melewati masa menyusui yang diharapkan dapat dilalui dengan baik sesuai program ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu mungkin ibu berhadapan dengan banyak hal dan diantaranya adalah keterlambatan anak untuk berbicara. Bila ini terjadi segera kenali penyebabnya dan selesaikan dengan baik. Beberapa tulisan dibawah adalah beberapa alasan mengapa anak terlambat berbicara.

Keterbatasan Pendengaran

Seringkali ditemui kondisi medis sementara maupun kerusakan permanen dalam pendengaran anak. Bila ini terjadi maka tidak heran anak mengalami proses terlambat bicara karena memang dia tidak dapat mendengar dan meniru perkataan orang tuanya.

Perkembangan Otot yang lambat

Beberapa anak mengalami kesulitan melakukan gerakan mulut/rahang cepat untuk mengkombinasikan dan mengkoordinasikan apa yang ingin mereka katakan dengan suara dan bahasa yang harus mulut mereka hasilkan.

Sulit mengerti bahasa orang dewasa

Umumnya anak memang sulit untuk menangkap seluruh informasi yang diberikan oleh orang tua kepadanya. Ini disebabkan biasaya kita berbicara dengan cepat dan menggunakan bahasa yang rumit. Cobalah untuk menggunakan kata-kata sederhana dan berbicara dengan pelan agar anak dapat menangkap kata demi kata.

Kurang berinteraksi dengan orang lain.

Kemampuan anak untuk berbicara didominasi oleh interaksi anak dengan orang lain. Untuk itu perhatikan frekuensi interaksi anak dengan orang lain guna melatih kemampuan komunikasi mereka

Peran Pasif dalam kehidupan sosial

Kebanyakan anak lebih sering ditempatkan dalam posisi "menerima" dan tidak "memberi" dalam hubungannya dengan orang lain.Hal ini mengakibatkan tidak terbiasanya mereka berpartisipasi secara aktif; hal yang dibutuhkan dalam perkembangan bicara mereka

Cara komunikasi "kuno" sudah terlalu nyaman dipakai

Beberapa anak, khususnya dalam hubungan di dalam keluarganya, terbiasa dengan nyaman berkomunikasi menggunakan gerakan,bahasa tubuh maupun bunyi-bunyian saja. Hal ini boleh jadi merupakan cara komunikasi yang efektif di dalam rumah, namun tidak dalam lingkup masyaarakat, di mana anak butuh menggunakan bahasa secara verbal sampai ke tingkat kata-kata yang rumit

Orang dewasa tidak menganggap anak mampu

Banyak orang dewasa tidak melibatkan anak dalam berkomunikasi, karena memiliki pemikiran bahwa anak tersebut belum mampu berpartisipasi aktif ataupun mengerti pembicaraan yang berlangsung.

Orang dewasa bicara atas nama mereka

Seringkali orang dewasa bicara atas nama anak, sehingga mereka kelihatan tidak berbicara. Ini terjadi misalkan ketika ada orang lain yang bertanya nama adik siapa, biasanya orang tua yang menjawabnya. Hindarilah hal ini dan cobalah memberikan kesempatan kepada anak utuk berbicara dengan mengatakan kepadanya “coba sebutkan namanya siapa”

Tidak cukup waktu untuk berbicara

Sering terjadi bahwa dalam suatu proses komunikasi, orang dewasa tidak menunggu cukup lama guna memberi kesempatan pada anak untuk merespon. Kebanyakan anak bersikap pasif dalam berkomunikasi, sepertinya mereka mengerti bahwa mereka tidak akan diberi kesempatan untuk bicara.

Terlalu banyak rangsangan

Sekalipun untuk niat dan tujuan yang baik, seringkali anak di'jejali' dengan terlalu banyak bahasa, sehingga mereka kewalahan. Rasanya seperti anak yang sedang belajar menangkap bola, lalu dilempari beberapa bola sekaligus.

Terlalu banyak bahasa "sekolah"; kurang bahasa yang "komunikatif"

Kebanyakan anak pada awal usianya diajarkan bahasa yang mencakup 'warna', 'angka', yang sebetulnya tidak terlalu bermanfaat dalam komunikasi sehari-hari. Anak membutuhkan rangsangan bahasa yang sifatnya praktis; mencakup kosa kata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, karena mereka akan melatih kemampuan berbahasanya melalui kehidupan sehari-hari.

Terlalu banyak bahasa "pertujukan"; kurang "obrolan" sosial

Kebanyakan anak menggunakan bahasa untuk menunjukkan kemampuannya meniru sesuatu kepada orang dewasa; apakah itu sajak pendek, syair lagu, mengulang cerita yang didongengkan kepada mereka, dll. Hanya sedikit yang mendapatkan kesempatan untuk 'ngobrol' dan bertanya jawab secara santai, sehingga terbangun hubungan 'pertemanan' dengan orang yang berkomunikasi dengan mereka.

Terlalu banyak bermain sendirian

Tentunya anak belajar banyak melalui permainannya dengan boneka, robot atau mainan lainnya. Namun untuk melatih kemampuan nya berkomunikasi, ia akan membutuhkan juga manusia yang melakukan pembicaraan timbal balik sesuai dengan kemampuan si anak.

Sumber: dari sini

Friday, July 3, 2009

SEPATU UNTUK LANGKAH PERTAMANYA

Setiap orang tua di planet ini pasti akan mengatakan bahwa tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada melihat bayi anda melangkah untuk pertama kalinya. Ini adalah saat bagi anda untuk mulai mencari sepatu bayi untuk melindungi tapak kaki bayi anda.
Segera setelah bayi anda mulai berjalan, anda harus mulai membeli sepatu untuk bayi anda. Walaupun pada dasarnya bayi anda boleh berjalan tanpa alas kaki untuk belajar keseimbangan, tapi akan lebih baik bila menggunakan sepatu untuk mencegah luka akibat goresan lantai atau benda kasar lainnya. Di dalam ruangan yang dilapisi karpet berjalan tanpa alas kaki baik bagi bayi, tapi di luar ruangan sepatu adalah keharusan. Ketika belajar berjalan dan keseimbangan, berjalan tanpa alas kaki sangat membantu kaki bayi dalam menapak dengan sempurna.

Pikirkan bahwa sepatu bayi tidak sama seperti sepatu orang dewasa atau sepatu anak-anak. Bayi sebaiknya tidak menggunakan sepatu dalam waktu yang lama. Supaya pertumbuhannya tidak terhambat, sering-seringlah ukur kakinya. Idealnya, 3 kali setahun beli sepatu baru. Jangan tunggu sampai ujung kaki anak tertekuk gara-gara sepatunya kekecilan. Ganti sepatu kalau kakinya lecet, karena ia akan menolak dipakaikan sepatu dan jadi susah melangkah.
Jangan memaksa memakaikan sepatu si kakak di kaki si adik, karena pertumbuhan kaki si adik bisa terganggu. Sepatu bekas telah memiliki tapak kaki kakak yang berbeda dengan tapak kaki adik. Tapak kaki yang tidak sesuai ini mengganggu cara berjalan si adik. Ini bisa menjadikan kebiasaan berjalan si adik tidak benar.
“Memakai sepatu tidak seperti memakai busana. Memakai sepatu harus yang pas dan sesuai kebutuhan. Sepatu yang tepat dapat membentuk perkembangan tulang dan otot yang baik. Bahkan dapat mencegah timbulnya problem kaki yang dapat memengaruhi seseorang seumur hidup. Kelainan bisa timbul dari kaki, lutut, panggul sampai tulang belakang,” tutur Meidy H. Triangto SpRM, dokter spesialis rehabilitasi medik dari Pusat Rehabilitasi Kaki Anak Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Perlu diingat, tak setiap sepatu untuk bayi cocok untuk bayi itu sendiri. Saat membeli sepatu bayi, ajak bayi anda dan mencobakan di kakinya. Beberapa syarat sepatu ideal untuk Si Kecil:

Bahan

  • ringan agar langkahnya tidak terhambat
  • kuat untuk melindungi kakinya (jangan terlalu tipis)
  • memiliki pori-pori (breathable). Contohnya kulit atau kanvas, dan bukan plastic. Bahan yang berpori memungkinkan terjadinya sirkulasi udara sehingga kaki-kaki si kecil tidak mudah panas

Model

  • dapat mengalihkan berat badan ke lantai secara efektif
  • harus dapat memberikan dukungan yang baik untuk tungkai dan bukan merupakan suatu tahanan yang besar
  • tak menghalangi fisiologis pergelangan kaki anak
  • hindari tekanan yang dapat memengaruhi gerak tubuh, akselerasi, dan keseimbangan
  • hindari tekanan pada punggung kaki, terutama bagi anak yang memiliki punggung kaki lebar dan tinggi
  • tak mudah lepas. Sepatu terpasang dengan baik pada kaki atau pas di kaki
  • tidak bertali karena bila sepatu bertali dikawatirkan talinya lepas saat bayi berjalan
  • ujung sepatu tak runcing/menyempit yang membuat gerak jari-jarinya terhambat

Alas/Sol

  • sol/tumit jangan tinggi karena akan membuat kaki bayi cenderung ke depan dan menekan jari-jari kaki
  • sol datar untuk memudahkan bayi yang baru dapat berjalan
  • sol lentur. Cara memilihnya mudah, jika sepatu dapat dengan mudah ditekuk sedikit (jangan terlalu keras menekuk hingga membuat sepatu terlipat), berarti Anda telah memilih dengan tepat. Bayi tumbuh lebih cepat dari apa yang anda bayangkan, sehingga sepatu bayi harus cukup untuk menampung pertumbuhan kakinya
  • sol lembut dan bertekstur. Bila solnya keras maka kaki bayi tak mendapat tekanan/rangsangan dari bawah. Ini tak membuatnya terlatih dan mudah terjatuh

Ukuran

  • tumit si kecil harus menempel dengan baik pada sepatu
  • tak terlalu sempit/longgar. Caranya: lebihkan sedikit- 1,5 sampai 2 cm- di bagian ujung sepatu atau minta anak menggerakkan ujung kakinya

Kaus Kaki

  • tak terlalu ketat, karena dapat mengganggu peredaran darah dan kaki akan mengikuti bentuk kaus kaki
  • sebaiknya beri kaus kaki dari bahan katun agar mudah menyerap keringat. Sirkulasi udara dalam sepatu pun akan lebih baik

dari berbagai sumber

MAINAN BAYI 9-12 BULAN

Ditulis oleh farida | Ditulis di mainan bayi | Ditulis tanggal 14 Jun 2008

Gunakan mainan sebelumnya guna memperkuat ketrampilan motorik kasarnya dalam merangkak, berdiri dan belajar berjalan. Bangun interaksi yang lebih intensif saat bermain dengan bayi, karena bayi mulai memahami kata-kata dan suka meniru. Bermainlah secara bergantian dengan bayi.

Mainan tambahan pada tahap ini adalah:

  • mengenal bagian tubuh. Ajak bayi memegang anggota tubuhnya dan sebutkan nama anggota tubuh tersebut
  • menyebutkan nama-nama anggota keluarga. Ajarilah bayi untuk menirukan Anda menyebutkan nama panggilan orang-orang di sekitarnya
  • menggunakan alat. Misalnya: makan dengan sendok, memukul bola dengan tongkat dll
  • mainan yang didorong. memberi peluang bagi bayi dalam berlatih kemampuan berjalannya. Pilih mainan dorong yang berat, sehingga bayi bisa bersandar dan berputar mengelilingi ruangan tanpa mudah terjatuh
  • balok susun. Meski kadang permainan ini bisa membuat bayi frustasi karena lelah tapi mainan ini bisa menjadi tantangan latihan anak untuk memecahkan masalah. Bayi bisa menysuun 2-3 balok pada tahap ini
  • aneka wadah. Bisa gelas plastik, kantong baju, atau ember dan sekop. Bayi suka mengisi dan mengosongkan. Biarkan ia melakukannya sampai bosan
  • alat tulis. Bayi Anda mulai bisa memegang alat tulis dan menggunakannya. Pilih krayon atau atau alat tulis lain yang non toxic dan beri bayi media untuk melihat hasil coretannya

Bahan Pendukung: www.gayahidupsehatonline.com

Wednesday, July 1, 2009

Tip & Trik Pemberian MPASI


Makan Yuk Sayang


Berlalunya masa ASI Eksklusif (saat bayi memasuki usia 6 bulan) merupakan momen tepat bagi orangtua untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil. Tujuannya tak lain agar keterampilan makan si kecil jadi terlatih. Jadi jangan terlambat memperkenalkannya agar bayi tidak mengalami kesulitan makan karena kemampuan mengunyahnya yang tidak terstimulasi.

Tentu saja MPASI perlu diberikan secara bertahap. Perkenalan awal saat usia bayi 6 bulan mesti dibuka dengan hidangan yang semicair. Seiring pertambahan usia dan perkembangan bayi, tekstur makanannya semakin lama harus semakin kasar hingga akhirnya ia siap mengonsumsi makanan keluarga di usia 1 tahun. Nah, semua ini kami bahas secara lengkap di sini.

Kami berharap buklet ini dapat menjadi inspirasi dalam mengolah menu makanan bayi. Semoga juga tak ada lagi keluhan mengenai menu makanan bayi yang "dituduh" hanya itu-itu saja. Namun yang menjadi harapan terbesar bagi kami adalah agar kita sebagai orangtua dapat memberikan yang terbaik bagi si kecil. Bukan hanya dengan menyajikan hidangan-hidangan yang lezat saja, namun juga bervariasi dan tentu bergizi.

Selamat menjadikan waktu makan menjadi saat-saat paling meyenangkan bagi bayi!

Tip & Trik

PEMBERIAN MPASI

1. Makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi 6 bulan hendaknya dimasak semicair (jangan terlalu kental) sehingga bayi tidak terlalu kaget menelannya mengingat ini adalah "masa perkenalan pertamanya" dengan makanan semipadat.

2. Frekuensi MPASI untuk bayi 6 bulan adalah 1–2 kali per hari. Untuk perkenalan berikan dalam porsi sedikit (cukup 1–2 sendok teh), selanjutnya bisa ditingkatkan seiring bertambahnya minat dan usia bayi.

3. Memasuki 7 bulan, perkenalkan bayi dengan bubur saring dan pure. Gunakan kawat saring agar tekstur makanannya sedikit kasar. Frekuensi pemberian MPASI 2 kali sehari dengan diselingi sajian fingerfood yang lunak di antara waktu makan.

4. Tingkatkan tekstur makanan bayi menjadi lebih kasar pada usia 9 bulan. Pada saat ini, makanan tak perlu disaring lagi, tapi cukup dicincang atau dihancurkan kasar. Cara pengolahannya dengan ditim dari 3-4 bahan dasar yang dapat disajikan secara terpisah atau dicampur. Untuk frekuensi pemberian MPASI bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali per hari dengan selingan di antara waktu makan sebanyak 2 kali per hari.

5. Mengenai urutan pemberian makan padat, mulailah dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi (kadar protein paling rendah), seperti beras merah, beras putih, dan havermut. Perkenalkan pada bayi hanya satu jenis bahan makanan selama 2-4 hari berturut-turut sebelum memperkenalkan bahan makanan yang lain. Tujuannya untuk memastikan agar bayi tidak alergi terhadap makanan tersebut.

6. Ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Untuk si 6 bulan, umpamanya, mulailah dengan sayuran yang rasa-nya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, avokad, apel, pir, dan semangka.

7. Buah yang dapat diberikan kepada bayi di awal pemberian MPASI adalah pisang, pepaya, pir, apel, melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk. Sampai usia 7 bulan sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah dikukus sebentar atau direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan menjadi seperti saus dengan atau tanpa susu.

8. Ragam bahan makanan bagi bayi 9 bulan sudah bisa lebih bervariasi. Untuk buah, bisa nanas, kiwi, mangga, dan melon. Sayuran seperti buncis, kacang kapri, kacang panjang, serta labu juga dapat diperkenalkan. Pada usia ini, bayi juga dapat diperkenalkan dengan olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

9. Tambahkan sumber zat lemak seperti santan, minyak kelapa atau margarin untuk meningkatkan kalori MPASI. Campuran ini sekaligus untuk melezatkan makanan dan mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak.

10. Hindari pemberian gula dan garam karena selain tidak akan menambah nilai nutrisi pada makanan, juga membuat bayi jadi terbiasa dengan standar makanan seperti itu.

11. Hindari memberikan madu pada bayi di bawah 12 bulan. Madu dapat me-ngandung bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan terganggunya pencernaan bayi.

12. Demi kepraktisan, banyak ibu mengolah MPASI sekaligus untuk kebutuhan satu hari. Ini bisa saja dilakukan namun simpanlah MPASI tersebut dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam lemari pendingin. Gunakan 1 wadah penyimpanan untuk sekali makan. Beberapa saat menjelang waktu makan, keluarkan hidangan tersebut dari lemari pendingin, lalu hangatkan dengan cara merendamnya dalam wadah berisi air panas.

Sumber : dari sini

Monday, May 4, 2009

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-12

SENANG MEMBUANG Atau MELEMPAR BENDA
Sementara itu, perkembangan bahasanya semakin baik. Ia mulai mengerti arti,
"Tidak!"

PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR
* Berdirinya semakin stabil dan sudah dapat tanpa berpegangan.
* Dapat berjalan beberapa langkah meski masih butuh penopang untuk keseimbangan tubuhnya. Bantu bayi dengan memegangi kedua atau salah satu tangannya.
* Dapat bergerak dari posisi duduk ke berdiri dengan cara berlutut; satu kakinya ditarik dan diangkat sampai akhirnya dapat berdiri.

PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS
* Kegemarannya memasukkan dan mengeluarkan objek dari/ke dalam wadah masih terus berlangsung.
* Mengambil objek yang kecil (sebesar buah kismis) masih dengan menjimpit (dengan menggunakan jempol dan jari telunjuk).
* Dapat memegang krayon dan mengarahkannya pada kertas, namun belum membuat suatu coretan.

PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSI
* Kesadaran akan lingkungan sekitar semakin bertambah. Hal ini merupakan pertanda baik. Ia dapat mengenali orang baru yang dijumpai. Begitu pula dengan permainan atau barang-barang di sekitarnya.
* Takut pada orang asing dan takut berpisah dari ibu juga masih ditemui di usia ini.
* Ada juga rasa takut lain, seperti takut ketika dicuci rambutnya, takut pada suara keras, takut pada sesuatu yang tiba-tiba bergerak, dan lainnya. Namun rasa takut ini biasanya akan hilang dalam beberapa bulan ke depan.
* Bayi menolak perhatian dari orang lain dengan cara rewel atau menangis (terutama bila ada ibu di dekatnya).
* Jika memegang suatu objek ia akan mengulurkannya kepada orang yang ada didekatnya. Bukan untuk memberikan melainkan hanya memperlihatkan pada orang tersebut.

PERKEMBANGAN KOGNITIF
* Memperlihatkan pemahaman akan kata yang familiar. Contoh, "Ambil boneka beruangnya, Sayang!" Meski tidak langsung memberi respons dengan mengambil, bayi akan memerhatikan objek yang dimaksud. Hal ini menandakan ia mengerti "boneka beruang" yang dimaksudkan.
* Memerhatikan arah gerak suatu objek yang dilemparkannya dan memerhatikan dampak yang ditimbulkan dari objek yang dilempar tersebut. Ini merupakan permainan yang menarik baginya.
* Sudah mengerti akan perkataan "tidak". Ia akan berhenti melakukan sesuatu atau terdiam ketika mendengar kata "tidak".
* Memberi respons pada permintaan-permintaan sederhana. Umpamanya, "Ayo ke sini, Sayang." Maka ia pun memberi respons dengan mendekat.

PERKEMBANGAN BAHASA

* Seperti di usia sebelumnya, ia dapat mengucapkan beberapa kata sederhana seperti, "mama", "papa", "dada". Orangtua dapat menstimulasi dengan sering mengajaknya bicara. Ia akan belajar menirukan ucapan kata-kata sederhana.
* Tampak berusaha berkomunikasi dengan memainkan intonasi suara dan pola melodi sehingga terdengar seperti kalimat. Suara-suara itu diarahkan pada orang yang berbicara padanya.

PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN
* Gerakannya dalam mengunyah dan menggigit makanan semakin baik.
* Pola tidurnya mulai teratur. Tidur malamnya sekitar 12-14 jam dan bangun pada pagi hari. Namun, bayi masih mudah lelah, karena itu majukan makan siangnya sekitar pukul 11.00 agar ia bisa tidur siang sekitar 1-4 jam.
* Mulai menolak makan. Perilaku ini umumnya berlanjut di usia berikutnya.

PERTUMBUHAN

Berat badan sekitar 7,8-10,2 kg, panjang badan 69,6-76,1 cm, dan lingkar kepala 43,5-49,5 cm. Sebagai patokan, berat badan di usia 1 tahun adalah 3 kali berat lahir, dan panjang badan 1,5 kali panjang lahir.


Dedeh Kurniasih.
Narasumber:
dr. Rini Sekartini Sp.A(K).,
dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. 
Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta